oleh

Gaji Tak Dibayar, TKI Asal Serang Ditahan Majikan di Abu Dhabi

Laporan Wartawan Tribunpos.com, Lahudin, Serang, Banten

SERANG, Tribunpos.com | Nasib naas diterima Duriyah, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kampung Pamong Udik, Desa Kubang Puji, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Banten. Ia tidak bisa pulang ke Indonesia lantaran dituduh mencuri emas majikannya.

Ternyata, tuduhan tersebut tak terbukti setelah disidangkan di pengadilan setempat. Namun Duriyah tetap diberatkan dengan pasal yang tidak jelas, sehingga sampai saat ini, masih tertahan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi, Uni Emirate Arab (UEA).

Murnah, orang tua Dariyah menceritakan kronologis kenapa anaknya sampai saat ini tidak bisa pulang. Dirinya mengatakan, bahwa Duriyah masih ditahan di KBRI Abu Dhabi.

“Anak saya sudah hampir 2 tahun di Abu Dhabi. Sekarang tidak bisa pulang ke Indonesia karena ditahan sama majikannya dan dilaporkan ke Pengadilan,” ujarnya kepada Tribunpos.com di kediamannya, Senin, (28/01/2019).

Terkait penahanan Duriyah, Murnah menambahkan bahwa anaknya didakwa dengan pasal yang tidak jelas. Ia merasa anaknya ini telah difitnah sama majikannya.

“Waktu itu anak saya tidak menerima gaji dari majikannya sekitar 3 bulan. Disaat anak saya minta upah gaji, majikannya tidak memberikan sama sekali,” tambahnya.

Murnah menjelaskan, Duriah didakwa telah mencuri emas majikannya dan telah membuka gerbang. Namun, setelah di Pengadilan, perkara tersebut tidak terbukti. Akan tetapi anaknya diberatkan dengan pasal yang tidak jelas, sehingga sampai saat ini, anaknya masih tertahan di KBRI.

“Untuk sponsor yang memberangkatkanya Hendi. Pas saya tanya ke sponsor. Hendi seakan membiarkan dan menyalahkan anak saya dengan alasan kenapa kabur. Nanti juga pulang sendiri,” jelasnya.

Terpisah, Kamsin, kakak kandung Duriyah mengatakan kalau adiknya (Duriah-red) ingin cepat pulang, sediakan nominal uang Rp 5.000.000,00 agar yang bersangkutan bisa cepat pulang.

“Sponsor (Hendi) mengatakan kepada saya untuk menyiapkan uang tersebut. Dengan alasan agar adik saya bisa cepat pulang,” katanya.

Masih kata Kamsin, disaat keberangkatan Duriyah ke Abu Dhabi, pihak keluarga tidak ada yang dimintai izin oleh sponsor. Terlebih, untuk paspor yang digunakan bukan paspor TKI, melainkan paspor umroh.

“Adik saya bilang, apabila ada yang menanyakan terkait paspor, bahwa dirinya disuruh sama Hendi untuk mengatakan akan berangkat umroh, bukan untuk bekerja di Timur Tengah,” tuturnya sembari menerangkan keberangkatan Duriah.

Sementara itu, Hendi oknum sponsor sampai berita ini ditayangkan, yang bersangkutan sulit untuk ditemui.

Menanggapi hal tersebut, Deni AF, Aktifis Serang Timur mengharapkan agar kejadian ini dapet menjadi pelajaran kepada kita semua. Terlebih, legalitas perusahaannya juga harus jelas dan terdaftar serta memiliki izin dari Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI).

“Bagi para calon tenaga kerja, saya mengharapkan agar lebih berhati-hati dan memperhatikan legalitas sponsornya. Jangan sampai menjadi korban seperti yang sudah terjadi seperti ini,” harapnya.

Sementara pihak KBRI di Abu Dhabi belum bisa dikonfirmasi lebih jauh. Media ini mengirimkan email konfirmasi dan dibalas baru akan dilanjutkan informasi.

“Terimakasih telah menghubungi KBRI Abu Dhabi, Email telah kami teruskan ke Fungsi terkait,” bunyi balasan email Unit Komunikasi KBRI Abu Dhabi. (**)

Editor : Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed