oleh

Abu Bakar Baasyir Tolak Ikrar Setia ke Pancasila, Baasyir: Demokrasi Itu Syirik

JAKARTA, Tribunpos.com | Pendiri Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Ba’asyir, yang mendekam di penjara dalam kasus terorisme, dijadwalkan akan segera dibebaskan.

Namun, Ustadz Ba’asyir tidak mau menandatangani ikrar setia kepada Pancasila sebagai syarat bebas bersyarat yang telah ditentukan. Ia mengaku masih tetap teguh berpegang pada keyakinan agama-Nya.


“Pak Yusril kalau suruh tanda tangan itu saya tak mau bebas bersyarat, karena saya hanya patuh dan menyembah-Nya (Alloh), inilah jalan yang datang dari Tuhan mu,” ujar Baasyir kepada Kuasa Hukum pasangan Capres-Cawapres Jokowi-Ma’ruf, Yusril Ihza Mahendra, Sabtu (19/1/2019).

Perkembangan proses pembebasan Abu Bakar Baasyir inipun telah dilaporkan Yusril kepada Jokowi.

“Saya sampaikan ke presiden kalau ustaz tidak mau menandatangani ikrar setia kepada Pancasila beliau masih teguh dengan pendiriannya bahwa demokrasi itu syirik,” ujarnya.

Penolakan Abu Bakar Baasyir ini juga ditegaskan oleh Kepala Bagian Humas Dirjen PAS Kemenkumham Ade Kusmanto.

“Apabila diusulkan pembebasan bersyarat, menurut perhitungan dua per tiga masa pidananya, yaitu pada 13 Desember 2018. Tetapi saat ini belum diusulkan pembebasan bersyarat karena Ustad Baasyir tidak mau menandatangani surat pernyataan kesetiaan kepada NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” ujar Ade dilansir dari Antara (19/1/2019).

Sebab penolakan ini, Yusril pun akan mencari jalan keluar lain untuk mempermudah syarat pembebasan Baasyir.

“Jadi saya cari jalan keluarnya, bagaimana kalau kita lunakan syaratnya. Jadi beliau bebas dengan syarat yang dimudahkan,” ungkap Yusril. (*)

Editor : Sandi Pusaka Herman

Komentar

Headline