oleh

Wartawan Diminta Keluar dari Ruang Rapat DPRD Cilegon? Begini Pandangan LSM BAR

TRIBUNPOS.COM, Cilegon – Panglima LSM BAR (Barisan Anak Raja), Mahdi, memberikan pandangannya terkait dugaan pengusiran Wartawan oleh Ketua DPRD Cilegon saat diadakannya RDP (Rapat Dengar Pendapat), Jumat 15-5-2020.

Dalam rilisnya yang diterima wartawan, Mahdi berpendapat, pemimpin adalah orang yang mengemban tugas dan tanggung jawab untuk memimpin dan bisa mempengaruhi orang yang dipimpinnya.

Dengan menjadi seorang pemimpin berarti harus siap untuk menjadi pengayom rakyat. Artinya bukan hanya memimpin tetapi juga ikut ambil bagian dalam menyejahterakan rakyat.

Sedangkan Wartawan, menurut Mahdi, adalah orang yang bekerja mencari, mengumpulkan, memilih, mengolah berita dan menyajikan secepatnya kepada masyarakat luas melalui media massa, baik media cetak ataupun elektronik.

“Saya juga paling tidak suka ketika wartawan adem ayem padahal ada berita hangat tapi gak berani muat,” ujar Mahdi.

Mahdi melanjutkan, dirinya menyatakan salut dengan ketua DPRD sudah mengeluarkan wartawan pada acara Rapat Dengar Pendapat, walau menurutnya hal tersebut dinilai salah besar.

“Kenapa saya bilang salah besar, saya berorganisai dari 1996 hingga sekarang,
yang saya tahu, jika rapat tertutup maka orang-orang yang diundang adalah terbatas dan hanya orang-orang tertentu saja,” ungkapnya.

Seharusnya, kata Mahdi, Sekretariat DPRD
jika dianggap rapat yang akan dilaksanakan tersebut tertutup, maka ada dua hal yang harus di persiapkan.

“Pertama, rapat dilaksanan di ruang pimpinan, kedua jika rapat di ruang rapat umum maka pintu di tempel dengan tulisan “Rapat Tertutup”dari sebelum undangan datang,” pungkasnya. (RED)


Penulis: Badia Sinaga

Komentar

News Feed