oleh

Warga Berharap Kepemilikan Tanah Mereka Benar Meski MB Miliki Sertifikat

TRIBUNPOS PESISIR BARAT , LAMPUNG – Sejumlah warga di dusun Bangkok, Pekon Sukamarga, Kecamatan Bengkunat Kabupaten Pesisir Barat mengeluhkan tanahnya yang diduga telah bersertifikat dan dimiliki MB anggota DPR RI.

Menurut keterangan sejumlah warga setempat bahwa masyarakat membuka lahan di jalan Pedukuhan Kepiping Dusun Bangkok, Pekon Sukamarga, Kecamatan Bengkunat, kabupaten Pesisir Barat sejak tahun 1996.

“Kami membuka lahan perkebunan yang terletak di jalan Bangkok Kepiping pada tahun 1996. Tahu hak kami dijualbelikan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, oleh karena itu kami berharap pihak pemerintah dapat memediasi dan kami siap menunjukkan berkas-berkas yang kami miliki,” ungkap sejumlah warga pada media ini, Senin (14/09/20).

Lebih lanjut disampaikan warga terkait tanah tersebut pada media ini, kata mereka;

” Kami bingung, tanah kami jelas ada surat-suratnya meski belum bersertifikat, bahkan kami memiliki surat izin tertulis kerjasama dengan Kepala Pekon dan anggota TNI yang waktu itu masih berdinas di tanah kami yang disengketakan tersebut”.

“ Surat tebas kami diterbitkan pada 1996 dan dilandasi Sporadik tahun2004, hingga saat ini kami yakin sangat benar. Kami tidak pernah menjualbelikan sebagaimana mestinya milik kami. Tiba 2020 terjadilah sengketa kepemilikan tanah milik kami dengan MB yang mengaku memiliki sertifikat atas tanah kami tersebut,” urai warga menjelaskan.

Berdasarkan hasil keterangan MB melalui telpon genggamnya menjelaskan bahwa tanah tersebut milik dia yang dia beli dari Sai Batin Suka Marga. “ Punya saya itu bersertifikat, sertifikatnya tahun 2008 apa tahun 2009, mereka itu numpang, saya biarkan kalau numpang yang penting jangan dijual lahan saya,” sampai MB pada redaksi, Senin (14/09/20) sekira pukul 18.28 WIB.

“ Saya dapat beli tanah itu bukan dapat minta, bukan dapat ngambil. Beli dari Sai Batin Suka Marga saya, resmi tahun dua ribu berapa saya masih wakil bupati, saya beli. Mana berani saya sertifikat karena saya ini pejabat, saya mau sertifikatkan tanah orang,” jelas MB.

“ Tanah itu saya dapat beli resmi dari Sai Batin sana, sudah itu sama peratinnya, MM pada saat itu peratinnya yang sekarang sudah jadi anggota DPR sana. Ya karena sudah jadi punya saya,  saya sertifikatkan hak milik saya. Saya amankan harta saya, karena saya ini bupati pada waktu itu ada warga saya mau menumpang berkebun satu dua orang, ya saya persilahkan saja dipinjamkan cuma-cuma tanpa sewa.

“ Saya ini pejabat ngapain merampok tanah rakyat, tanah itu dapat saya beli resmi, harus saya pertahankan hak saya,” pungkas MB.

Dari keterangan masyarakat dan MB yang sama – sama mempertahankan hak atas tanah tersebut perlu di mediasi oleh pihak berwenang untuk memperjelas masalah.

“Sebenarnya kami sangat berat untuk mengungkapkan hal ini, namun kemana lagi kami mengungkapkan penderitaan kami sebagai rakyat kecil yang ditindas? Mohon kiranya Bapak Presiden RI, Ketua DPR-RI dan Mahkamah Konstitusi dan lembaga negara lainnya untuk membantu kami dalam memperjuangkan hak kami sebagai rakyat,” harap warga. (Red-TP)

Komentar

News Feed