oleh

Umar Saferi: Jangan Ada ‘Tangan Setan’ yang Merusak Musda Kahmi OI

INDRALAYA, Tribunpos.com I Fungsionaris pengurus Korps Alumni HMI (Kahmi) Kabupaten Ogan Ilir (OI) periode 2013-2018, Umar Saferi mengatakan jangan ada ‘Tangan Setan’ yang akan merusak Musda Kahmi OI Agustus 2019 mendatang. Apa bentuk ‘Tangan Setan’ itu?

Alumni yang juga mantan Ketua Umum (Ketum) HMI Cabang Curup, Bengkulu ini tidak menjelaskan panjang lebar bagaimana sosok ‘Tangan Setan’ yang dia maksud. Dia hanya menegaskan sosok itulah yang ditakutkan bakal merusak Musda Kahmi OI.

“Kita semua harus pastikan Musda ini berlangsung bersih jujur dan adil, ilmu yang kita dapatkan di HMI dulu (baca; stratak) biar la cukup di arena Kongres atau Konpercab saja. Dalam Musda nanti jangan dipakai, bijaknya tinggalkan dulu. Mohon bahasa yang muncul di Musda nanti adalah bahasa yang sopan dan santun, menyejukkan hati, damai damai saja,” kata Umar Saferi dalam rapat persiapan Musda Kahmi di kediaman Sonedi, Rabu (24/7/2019) malam.

Dia berharap Musda Kahmi kali ini benar-benar menjadi ajang silaturahmi, konsolidasi dan memperkuat kekeluargaan. Sesuai dengan namanya musyawarah daerah, maka harus didepankan asas musyawarahnya. Kalau pun dikehendaki pemungutan suara (voting), itu pintu darurat, perbedaan itu hukum alam.

“Mohon kiranya semua dapat menghargai Musda ini, jangan kita kembali ke belakang. Kita berkumpul karena satu rahim yaitu HMI, berarti kita satu keluarga. Kalau ada yang ingin merusak Kahmi dan HMI akan berhadapan dengan saya dan kita semua,” ucapnya tegas.

Terkait siapa yang akan menakhodai Kahmi OI ke depan, Umar mengatakan, kalau ada yang pantas memimpin dan diminta diberi amanah untuk menjadi ketua umum, mohon untuk diterima dan dilaksanakan dengan penuh semangat dan tanggung jawab.

“Mohon kita semua, terutama untuk saya sendiri, bertanya apakah saya pantas memimpin Kahmi OI, biarkan hati yang menjawab. Kalau tidak pantas atau ada yang lebih pantas biarkan, jangan memaksakan diri,” ungkapnya.

Umar kembali menegaskan, Kahmi bukanlah partai politik atau ormas. Kahmi adalah lahan pengabdian bukan lahan kepentingan. Oleh karena itu jangan Musda ini dijadikan ajang politik.

“Mari kita semua berdoa semoga Musda Kahmi OI berlangsung sukses dan berkah. Aamiin,” pungkasnya. (Red)

Editor: Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed