oleh

Tunggu Realisasi Pembangunan Dam , Rumah di Kuang Anyar Hampir Roboh ke Sungai

TRIBUNPOS OGANILIR , SUMSEL –  Dewi anggraini (42), warga Desa Kuang Anyar, Kecamatan Muarakuang, Kabupaten Ogan Ilir, mengaku setiap saat dirinya merasa cemas dan khawatir  akan kondisi rumahnya yang berada diambang abrasi sungai.

“Tidur saja tidak nyenyak semenjak abrasi mengikis tanah di bantaran sungai tepat di belakang rumah saya ini,” ungkapnya pada wartawan TRIBUNPOS.COM , Sabtu (15/08/20).


Diketahui rumahnya terancam ambruk akibat terjadi abrasi pada bantaran sungai tersebut. Saat bercerita dengan Tribunpos Dewi mengaku ketakutan, dan menjadi tidak tenang apalagi suaminya saat ini sedang sakit.

“Takut pak kami berada di rumah apalagi jika hujan turun deras, kami jadi sering merasa was-was, khawatir jika nanti tanahnya longsor,” ujar ibu rumah tangga tersebut.

Warga lain, Zauja (62) mengatakan hal yang sama, rumahnya juga menjadi salah satu yang berdampak abrasi tersebut. “Lihat sendiri rumah saya, pak tanahnya terus longsor,” katanya.

Apalagi abrasi sungai sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu. Kondisinya semakin parah semenjak awal tahun 2020.

Dewi Anggraini khawatir rumahnya ambruk ke sungai jika pemerintah tidak memberikan solusi secepatnya. “Pemerintah sudah datang tapi tidak ada solusi dan kelanjutan,” kata dia. Selain rumah terancam ambruk, sejumlah pohon sudah jatuh ke sungai akibat abrasi.

Andri Barata, S.Pd. Ketua BPD Kuang Anyar saat ditemui di kediamannya, Jum’at (14/8/2020), mengatakan kami selaku perpanjangan tangan dan wakil masyarakat BPD meminta pemerintah Kabupaten Ogan Ilir maupun pemerintah pusat untuk segera merealisasikan pengedaman Daerah Aliran Sungai (DAS) Desa Kuang Anyar, Kecamatan Muarakuang sebelum abrasi sungai ini terus meluas, karena akan banyak rumah penduduk yang terdampak abrasi tersebut” ungkapnya.

Kepala Desa Kuang Anyar, Ansori saat dikonfirmasi Tribunpos via telpon mengatakan bahwa pemerintah desa mengetahui hal itu dan sudah mengajukan usul pengedaman Daerah Aliran Sungai (DAS) melalui Camat Muarakuang dan sudah dua kali di tinjau namun belum ada tindaklanjutnya akibat vandemi covid-19.

Hal senada juga diungkapkam Camat Muarakuang, Hendri, SE kepada Tribunpos bahwa semua usul pengedaman Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berlokasi di Desa Kuang Anyar Kecamatan Muarakuang Kabupaten Ogan Ilir sudah di sampaikan pemerintah desa kepada pemerintah kecamatan, bahkan pemerintah kecamatan sudah meneruskannya melalui BPBD Kabupaten, dan belum ada realisasinya.

“Pemerintah kecamatan sudah menyampaikan usul pengedaman tersebut, kita tunggu saja realisasinya, kerena sekarang masih dalam kondisi pandemi covid-19,” tutupnya.

Wartawan : Beta Aroni

Editor         : Indra Darmawan

Komentar

News Feed