oleh

Tegakkan Keadilan, Hakim Terindikasi Melakukan Kecurangan Di Pengadilan Baturaja

TRIBUNPOS PALEMBANG, SUMSEL – Terik matahari di siang hari tak membuat lemah apalagi letih. Kedua orangtua korban beserta pihak kuasa hukum melaporkan dan memberitahu kepada pihak komisi Yudisial mengenai kasus Anak ibu Ida yang di duga membunuh tapi bukan dia pelakunya, Selasa (11/08/20).

Tegakkan Keadilan, Hakim Terindikasi Melakukan Kecurangan Di Pengadilan Baturaja, Selasa (11/08/20).

“Saya ingin keadilan dari kasus anak saya, anak saya yg berinisial AS memang sudah dijatuhkan 1 tahun penjara namun, setelah beberapa bulan ditimpa lagi dipengadilan selama 13 tahun penjara,” ungkap Ibu Ida selaku orangtua terpidana.

Kuasa Hukum terpidana Mangku Anom menegaskan bahwasanya ada kejanggalan dalam keputusan Hakim Baturaja itu dengan proses yang betul-betul berlumuran dosa sehingga terindikasi ada permainan uang yang mempengaruhi dalam keputusan ini, entah apakah uang itu disalurkan ke Hakim atau kemana tidak jelas, yang jelas sudah dikenakan sanksi terhadal Jaksa di pengadilan tersebut. Sehingga Jaksa turun jabatan menjadi staf biasa,” jelas Anom.

Kronologi kejadian kasus ini bermula pada tahun 2018, diproses dan diputus oleh pengadilan pada tahun 2019 dan sekarang baru terbuka, dan ketahuan rupanya Jaksa ini melakukan tindakan yang tidak terpuji.

“Sehingga kami datang ke Komisi Yudisial ini untuk membantu melaporkan serta mencari keadilan. Kemudian, membuka kezhaliman dalam proses pengadilan yang melarang pihak keluarga atau orangtua terpidana untuk hadir di tengah proses tersebut. Maka dari itu, kezhaliman yang  ada di Republik Indonesia ini dapat di tuntaskan dan dibersihkan. Mengenai  birokasi ke Komisi Yudisial ini dapat diharapkan agar bisa direkomendasikan ke Mahkamah Agung,” pungkas Anom didepan awak media.

Dengan demikian, semua birokrasi yang telah di lakukan dapat memberikan pencerahan dalam peninjauan kembali mengenai kasus proses pengadilan Hakim yg salah terhadap pihak terpidana. Harapan yang di inginkan keluarga ialah keputusan yang seadil-adilnya sesuai dengan bukti fisik maupun non fisik yang berlaku. (Red-TP)

Wartawan : Nawal

Editor : Yolawati

Komentar

News Feed