oleh

Syafrul: 2020 Tak Ada Kebakaran Besar di Sumsel, Ini Cara Efektif Cegah Karhutla

TRIBUNPOS PALEMBANG | Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berkomitmen untuk bekerja keras mengamankan wilayah Sumsel dari Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) dengan melakukan pencegahan dan mengantisipasi terjadinya karhutla, terutama di tengah merebaknya pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia.

Kepala Seksi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Dishut Sumsel Dr. Syafrul Yunardy mengatakan, sesuai dengan arahan Gubernur dan pihak lainnya dalam tahun 2020 ini lebih berfokus pada pencegahan. Hal ini karena tindakan mencegah dirasa lebih baik daripada harus memadamkan. Selain itu, biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah serta dampak yang ditimbulkan pun menjadi sedikit karena tanpa asap.

“Tahun 2020 ini juga diterapkan cara pencegahan karhutla yang menarik dan efektif yaitu dengan adanya Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Itu sangat efektif sekali, terutama untuk wilayah gambut karena TMC itu memancing hujan dan awan-awan yang berpotensi menjadi hujan itu ditaburi garam,” jelas Syafrul, Kamis (30/07/20).

“Garam itulah yang akan memancing dan menarik bibit hujan agar hujan turun. Itulah mengapa lahan gambut tetap lembab karena persediaan air yang mencukupi,” tambahnya.

Adapun yang dilakukan guna mencegah karhutla adalah dengan memperhatikan tinggi muka air (TMA) di lahan gambut. Untuk memastikan bagian permukaan atas lahan gambut tetap lembab, maka digunakanlah cara blocking kanal, yaitu memblocking kanal-kanal dan ditutup sementara agar air tidak terbuang ke sungai sehingga TMA akan naik dan mengisi pori-pori pada lahan gambut yang menjadi lembab bahkan basah.

Ia pun mengatakan bahwa pihak Dishut Sumsel telah meminta Kelompok Pengelola Hutan (KPH) yang berada di pos pemantauan area hutan wilayah masing-masing, serta perusahaan pemegang izin kawasan hutan untuk mengatur TMA dan memastikan agar lahan gambut tetap lembab.

Selain itu, Seksi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Dishut Sumsel juga memprioritaskan beberapa areal yang jauh dari pusat permukiman dan infrastruktur yang membuat tim pemadam bisa sampai 10 jam bahkan 1 hari karena harus menebas dan membuat jalan rintisan terlebih dahulu.

Apabila jalur darat dinilai tidak efektif, maka tim pemadam dapat menggunakan jalur sungai jika memang wilayah tersebut memiliki sungai atau anak sungai. Jalur udara pun dapat digunakan dengan menurunkan tim pemadam pada titik kebakaran atau langsung menggunakan water bombing.

“Sehingga wilayah-wilayah itu menjadi prioritas, jangan sampai terbakar. Patroli dan pengawasan juga rutin dilakukan terhadap wilayah-wilayah yang rawan terjadi kebakaran. Dengan begitu, di tahun 2020 ini alhamdulillah sampai hari ini pun tidak terlihat kebakaran yang besar ataupun kebakaran yang tak terkendali,” jelasnya.

Ia pun menuturkan perbandingan karhutla antara tahun 2019 dan tahun 2020 sangat jauh sekali. Karhutla yang terjadi pada tahun 2019 mencapai ribuan hektar, sedangkan menurut catatan Dishut sejak awal Januari hingga hari ini, Kamis (30/07/20) hanya sekitar 45-50 hektar terjadi peristiwa karhutla di Sumsel.

“Awal Januari Dishut Sumsel sudah menyiapkan regulasi, mengingatkan semua pihak untuk menyiapkan sarana dan prasarana pemadaman, peralatan yang rusak dibenarkan, regu-regu pemadaman juga disiapkan. Regu yang belum terlatih akan dilatih terlebih dahulu agar mengetahui teknik pemadaman, sehingga tidak menjadi korban,” ujarnya.

“Lalu kita memanggil perusahaan-perusahaan yang memegang izin di kawasan hutan untuk memaparkan rencana kegiatan mereka selama 1 tahun,” tambahnya. Menurut informasi yang dihimpun dari beliau, terdapat 23 perusahaan yang memiliki izin kawasan hutan di wilayah Sumsel. Beberapa perusahaan lainnya sedang dalam proses mengurus perizinan.

Selain melakukan pencegahan dengan memanfaatkan TMC, pihaknya juga melakukan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat untuk menghindari hal-hal yang dapat memicu terjadinya karhutla. “Tahun 2020 ini memang agak berat, namun kami tetap berkomitmen untuk bekerja keras mengamankan wilayah Sumsel dari karhutla,” pungkasnya. (Red-TP)

 

Wartawan: Rifqi Gusti Eka Pratama

Editor: Yolawati/Beby Putri Akbar

Komentar

News Feed