oleh

Sumsel Siap Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2021

TRIBUNPOS PALEMBANG | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan terus berbenah usai Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring resmi ditunjuk menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia U-20 yang akan diselenggarakan pada tahun 2021 mendatang.

“Penetapan Indonesia sebagai tuan rumah FIFA U-20 World Cup 2021 itu berdasarkan FIFA Council Meeting di Shanghai pada 24 Oktober 2019 lalu, dan juga tindak lanjut dari pemerintah Indonesia. Sudah ada rapat kabinet intern yang dipimpin Presiden Jokowi 1 Juli 2020 lalu tentang persiapan penyelenggaraan FIFA World Cup u-20 2021,” ungkap Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Sumsel sebagai Ketua Panitia Percepatan Akhmad Najib, Kamis (30/07/20).


Dengan terpilihnya Indonesia ini, tentunya Sumsel merasa bangga karena Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring masuk dalam 6 stadion yang akan digunakan untuk penyelenggaraan FIFA World Cup u-20 2021, antara lain Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (Palembang), Stadion Si Jalak Harupat (Bandung), Stadion Manahan (Solo), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya) dan Stadion Kapten I Wayan Dipta (Bali).

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Sumsel sebagai Ketua Panitia Percepatan Akhmad Najib saat dijumpai awak media, Kamis (30/07/20). Foto: Rifqi Gusti Eka Pratama

“Untuk rencana penggunaan Stadion Jakabaring Pemprov Sumsel dan Gubernur Sumsel sudah meninjau dan membentuk tim percepatan persiapan Sumsel sebagai host city di event Piala Dunia ini. Dengan keputusan tersebut kita sudah melakukan rapat koordinasi dan peninjauan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring oleh Gubernur Sumsel. Langkah-langkah sudah diambil dan kita segera mempersiapkan apa regulasi dari FIFA untuk World Cup U-20 tahun 2021,” jelasnya.

Pada tahap awal pembenahan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Pemprov Sumsel telah mengucurkan anggaran sebesar Rp11 miliar. Namun, jumlah Rp11 miliar ini dinilai masih kurang, lalu ditambah sejumlah Rp20 miliar sehingga total anggaran menjadi Rp31 miliar.

Adapun sarana dan prasarana yang digunakan untuk mendukung suksesnya event olahraga ini telah dibahas guna menentukan apa saja yang dibutuhkan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring. “Sudah ada rekomendasi dan arahan. Nanti akan dinilai, misalnya bagaimana lightingnya, scoring boardnya, kekuatan listriknya, seat, dan rumput lapangannya. Tapi kita tidak ragu karena kita pernah menjadi tuan rumah Asian Football Club. Tahun 2018 pun dunia juga tahu bahwa Jakabaring menjadi international venue pada saat Asian Games 2018,” ujar Akhmad Najib.

Ia pun menambahkan bahwa seharusnya masyarakat Sumsel turut berpartisipasi dalam mendukung kesuksesan event olahraga ini dan senantiasa berbangga hati sebab Sumsel telah beberapa kali menjadi tuan rumah pada international event. “Kita tahu bahwa Gelora Sriwijaya Jakabaring ini sudah dikenal, tentunya kita pernah membuat kebanggaan untuk Kota Palembang sebagai tuan rumah Asian Games Jakarta-Palembang 2018 lalu,” pungkasnya.

“Fasilitas ini disamping dampak terhadap kemanfaatan olahraga terhadap prestasi juga dampak baik itu promosi pariwisata. Apalagi di suasana pandemi Covid-19 ini tentunya kita berusaha untuk optimis membuka diri pada sektor ekonomi. Selain menjaga kesehatan, namun ekonomi harus tetap tumbuh,” tambahnya. (Red-TP)

 

Wartawan: Rifqi Gusti Eka Pratama

Editor: Beby Putri Akbar

Komentar

Headline