oleh

Sudah Gak Benar Lagi Nih, Oknum BPD Sunat BLT Dana Desa Warga

  • Disunat Rp150 ribu – Rp200 ribu per-KK
  • Beralasan Mau Dibagikan ke Warga lain yang Belum Dapat

TRIBUNPOS DELISERDANG, SUMUT — Warga Desa Sugiharjo, Kecamatan Batang Kuis, Deliserdang dibuat kesal oleh ulah oknum BPD berinisial OL. BPD yang seharusnya tak bertentangan dengan hukum dalam menjalankan tugas. Namun tidak dengan oknum BPD satu ini.

OL yang menjabat wakil ketua BPD Sugiharjo, diduga melakukan pemotongan pembagian BLT Dana Desa, mulai dari Rp150 -200 ribu setiap penerima.


Mariani br Lumban Gaol (54), salah satu warga yang dipotong BLT Dana Desa, mengaku didatangi oknum BPD di rumahnya. Ia mengatakan kalau dirinya diminta uang sebesar Rp200 ribu dari Rp600 ribu BLT DD yang baru diambilnya dari kantor pos.

“Alasannya sih mau dibagi kepada yang belum dapat, padahal saya kan gak terima kalau uang itu diambil lagi, dipotong,” ucapnya kepada tribunpos.com.

Pungli juga dialami oleh warga lainnya, Herlina br Tumeang. Ia diminta uang Rp 150 ribu oleh oknum BPD dengan alasan yang sama.

Sementara itu, suami dari salah satu korban mengungkapkan kekesalan atas ulah oknum BPD tersebut. “Udah gawat anggota BPD di Desa Sugiharjo ini, masak uang bantuan BLT DD yang seharusnya diterima penuh Rp600 ribu berani disunatnya Rp200 ribu,” kata pria yang enggan namanya disebut, Kamis (18/6/20).

Ungkapan kekesalan juga keluar dari warga lainnya. Mereka mengkritisi tidak diresponnya pengaduaan warga yang disampaikan ke kontak pengaduan desa.

“Itu nomor kontak pengaduan saya hubungi gak diangkat, saya SMS juga gak dibalas, padahal tujuan kami melaporkan tindakan oknum BPD ini, sampai detik ini gak dibalas,” cetusnya.

Menurut mereka, perbuatan ini tak bisa didiamkan dan dirahasiakan lagi. “Saya berharap sebagai masarakat, memohon kepada media tribunpos untuk memberitakan ke publik, agar para penegak hukum menindak perbuatan dan kelakuan seorang wakil BPD itu, yang sudah menyalahi aturan kerja,” ucapnya.

Sampai berita ini diterbitkan, oknum BPD OL belum bisa dimintai konfirmasi, handphone miliknya selalu sering tidak aktif dan bernada mailbox. (Red-TP)

Wartawan: Sg Marpaung
Editor: Sandi Pusaka Herman Timur

Komentar

News Feed