oleh

Sejarah Peradaban Suku Ogan di Kabupaten Ogan Ilir

Ada Puyang Usang Sungging dan Usang Meranjat

TRIBUNPOS, OGAN ILIR SUKU Ogan adalah suku yang ada di Provinsi Sumatera Selatan. Suku ini terkenal karena walau satu suku namun terdapat banyak bahasa di dalamnya.


Konon katanya suku ini dinamakan Suku Ogan, karena masyarakatnya tinggal di sepanjang pinggir sungai Ogan yang mengalir dari Baturaja (Kabupaten Ogan Komering Ulu) sampai Indralaya (Kabupaten Ogan Ilir).

Sejarah keberadaan peradaban suku yang berdiam di sepanjang Sungai Ogan ini terbilang sangat tua, diantaranya tercatat dalam genealogy.

Masyarakat gua harimau (OKU) yang diperkirakan sudah ada sejak lebih dari 14.000 tahun lalu, memiliki catatan lengkap terkait dengan leluhur Suku Ogan.

Namun masyarakat di sepanjang Sungai Ogan, sangat jarang membicarakan siapa sesungguhnya yang menjadi puyang Suku Ogan.

Berikut sejarah Suku Ogan yang tribunpos.com berhasil himpun dari berbagai sumber:

Penghuni awal sepanjang perairan Sungai Ogan, diperkirakan berasal dari masyarakat Goa Harimau gelombang I.

Situs Goa Harimau sendiri ditemukan di Desa Padang Bindu, Semidang Aji, OKU, Sumatera Selatan.

Masyarakat Goa Harimau gelombang I ini diperkirakan hidup sekitar masa 14.825 tahu yang lalu (12.825 SM).

Penghuni Goa Harimau gelombang I tidak meninggalkan jejak kerangka, sehingga sulit diidentifikasi dari kelompok ras mana asalnya.

Jejak kerangka manusia tertua di Goa Harimau berusia sekitar 4.840 thn (2.840 SM), yang dikenali sebagai Ras Melanesoid.

Ras Melanesoid ini kemudian menjadi penghuni Goa Harimau gelombang ke II.

Terakhir adalah Ras Mongoloid, yang kerangkanya ditemukan dengan umur sekitar 3.464 thn (1.464 SM).

Ras Mongoloid ini diperkirakan berintegrasi dgn Ras Melanesoid, dan menjadi penghuni Goa Harimau gelombang ke III.

Setelah kedatangan Ras Mongoloid pada sekitar 1500 SM, keadaan penghuni sekitar perairan Sungai Ogan belum diketahui kelanjutannya.

Justru di wilayah-wilayah lain lebih berkembang, misal ditemukan tiang kuno dari era 810 SM.

Artefak tiang kuno ini berada di Desa Banyubiru, Dusun Belanti, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten OKI. Serta peninggalan Megalitik di daerah Besemah yang sekitar 3000-4000 tahun (2000 SM sampai 1000 SM).

Siapa Arya Penangsang?

Di daerah Ogan Ilir, nama Arya Penangsang lebih dikenal dengan nama Sariman Raden Kuning. Di sekitar makam beliau, juga terdapat juga makam puterinya yang bernama Siti Rukiah yang wafat saat masih remaja karena sakit.

Perjalanan hijrah Arya Penangsang, dimulai dari Kadipaten Jipang tahun 1549 M, kemudian singgah di Kerajaan Banten, lalu dilanjutkan menuju Skala Brak (Lampung).

Dari Skala Brak, perjalanan dilanjutkan menuju Desa Tanjung Kemala (Kerajaan Abung di Lampung) dan sempat menetap di desa Tanjung Kemala.

Perjalanan dilanjutkan ke Desa Surabaya Nikan (Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan) dan menetap cukup lama. Dari Surabaya Nikan, beliau kemudian membuat perkampuangan yang dikenal dengan nama Desa Gunung Batu.

Di desa Gunung Batu ini, beliau tinggal cukup lama, anak keturunan Pangeran Aria Penansang, banyak berada di desa ini. Perjalanan beliau berakhir di Indra Laya (Ogan Ilir, Sumatera Selatan) dan di desa inilah beliau wafat pada tahun 1611 M.

Suku Ogan dibagi dalam 2 kelompok besar yaitu :

1. Suku Ogan Iliran

Suku ini berdiam di aliran sungai Ogan sebelah ilir, terdiri atas :

• Suku Pegagan

Diperkirakan jumlah pendukung suku ini sekitar 180.000 jiwa, dengan mata pencaharian utama bertani di sawah dan berladang. Masyarakatnya banyak mendiami daerah Marga Pegagan Ilir Suku I, Marga Pegagan Ilir Suku II, n Marga Pegagan Ilir Suku III.

• Suku Penesak

Dari tata bahasanya, suku ini dianggap sebagai orang Melayu Palembang, dan mendapat pengaruh besar dari kebudayaan Palembang.

Secara historis, masyarakat suku ini dulunya berasal dari Kraton Palembang. Penduduk suku ini menyebar di Kecamatan Tanjung Batu, Kecamatan Payaraman dan Kecamatan Lubuk Keliat.

2. Suku Ogan Uluan

Suku ini berdiam di aliran sungai Ogan sebelah tengah dan ulu, terdiri atas :

• Suku Rambang Senulingku

Suku ini banyak berdiam di Marga Muara Kuang, Marga Lubuk Keliat, Marga Rantau Alai, Marga Rambang Suku IV, Marga Tembangan Kelekar, Marga Lubai Suku I, Marga Parit, Marga Lembak, Marga Gelumbang, dan Marga Ketamulia.

• Suku Ogan Hulu

Suku ini mendiami daerah Kecamatan Ulu Ogan, Pengandonan, Baturaja dan Lubuk Batang (Kabupaten OKU) serta Muara Kuang (Kabupaten Ogan Ilir).

Beberapa Puyang Suku Ogan:

1. Puyang Aji Serimbe Baghdad/Serimbe
Sakti
2. Puyang Sekendak Ati
3. Puyang Gunung Tiga
4. Puyang Kuang
5. Puyang Temenggung Kuning
6. Puyang Sikumbang
7. Puyang Semengguk Sakti
8. Puyang Siak Junjungan Sayidina Angkasa
9. Puyang Siak Turbiyah Ali Melayang
10. Puyang Sido Ing Rajek (Rajo Palembang)
11. Puyang Putri Pinang Masak
12. Puyang Samporayo (Puyang Parang Betuah)
13. Puyang Usang Sungging
14. Puyang Said Umar Bagindo
15. Puyang Usang Raden Kuning
16. Puyang Usang Siti Fatimah
17. Puyang Usang Bujang
18. Puyang Usang Rimau
19. Puyang Usang Rantai
20. Puyang Usang Meranjat
21. Puyang Usang Megat Sari
22. Puyang Ngawak Raden Ranom Wali 9 Rambang Senuling (Usang Muara Rambang)
23. Puyang Empat Putih Jage
24. Puyang Pangeran Punto
25. Puyang Lanang Kuaso
26. Puyang Jage Linggang Sakti
27. Puyang Tuan
28. Puyang Saeh
29. Puyang Tape
30. Puyang Tanjung Siman
31. Puyang Sanggah Akuan
32. Puyang Jagog
33. Puyang Pangeran Panjang
34. Puyang Terang Disenanding Matahari
35. Puyang Sakeria Kerti
36. Puyang Lebih
37. Puyang Kabong
38. Puyang Gum Ilir
40. Puyang Menang Caye
41. Puyang Badak Kotong
42. puyang Aliran Taji Tepian
43. Puyang Segara Kembang
44. Puyang Pati Ngutak
45. Puyang Sanggah
46. Puyang Ranggau Sakti
47. Puyang Depati Puteh
48. Puyang Pasak Lurah
49. Puyang Serunting Sakti
50. Puyang Sanden
51. Puyang Serampu
52. Puyang Nusa
53. Puyang Purnawan Jage Linggang
54. Puyang Nage Berisang
55. Puyang Kurungan Diwe
56. Puyang Pangeran Punto
57. Puyang Bukit Balau
58. Puyang Bukit Plawi
59. Puyang Pusar

Penulis: Sandi Pusaka Herman Timur
(Pemimpin Redaksi Tribunpos.com)

Komentar

Headline