oleh

Pupuk bersubsidi Langka, Sekdakab Lampura: Harus Segera direalisasikan

TRIBUNPOS LAMPUNG UTARA – Bagai Pungguk Merindukan Rembulan, inilah ungkapan pribahasa yang di sampaikan oleh Masyarakat Khususnya Petani padi yang ada di Kecamatan Abung Surakarta, kabupaten Lampung Utara, terkait langkanya Pupuk Bersubsidi yang sulit untuk didapatkan oleh para petani.

Menurut Rosi Ahmad salah seorang Petani Padi Warga Desa Bandar Abung, kecamatan Abung Surakarta , Dirinya menjelaskan sudah beberapa bulan ini di daerahnya sangat sulit untuk mendapatkan Pupuk Bersubsidi, akibat kelangkaan itu, harga jual pupuk dikios terjadi kenaikan.


” Selain kami sulit mendapatkan pupuk, harga nya pun saat ini juga naik, entah bagai mana nasib tanaman padi saya ini, seharusnya saat ini sudah di pupuk, berhubung pupuknya ga ada ya mau bagai mana lagi,” keluh Rozi Ahmad.

Menindak lanjuti keluhan masyarakat, kami dari pihak media berupaya menelusuri langsung Kegudang Penyangga Pupuk PT. Petro Kimia Gersik, Gudang Lini Tiga Kota Bumi. Jum’at ( 22/01/2020 ).

Namun apa yang terjadi, sungguh di luar dugaan, pupuk yang selama ini langka dan sulit di temukan para petani, ternyata numpuk hingga ratusan ton di dalam gudang tersebut.

Saat di konfirmasi Deni Kris Selaku Wakil Kepala gudang menjelaskan, terkait banyaknya pupuk yang ada di gudang saya tidak dapat menjawab.

“Silahkan langsung berhubungan dengan kepala gudang mas, saya ga berani jawab takut salah,” ucapnya singkat.

Menurutnya saat ini kepala gudang sedang tidak masuk dikarenakan beliau sedang sakit.

Terpisah Kepala Dinas Pertanian Sofyan Saat di hubungi oleh Sekdakab Lampura Drs H. Lekok M,.M, melalui telpon selulernya menjelaskan, kelangkaan pupuk tersebut di akibatkan karna alokasi pupuk tersebut baru masuk per tanggal 10 januari di Lampura.

“Sebenarnya pupuk itu sudah ada di gudang, namun yang jadi persoalan kenapa pupuk itu langka, belum di tanda tanganinya perjanjian jual beli antara distributor dan pihak pengelola kios,” terang Sofyan.

Dirinya juga menyampaikan bahwa, Penebusan pupuk tersebut di sosialisasikan melalui Kartu Petani Berjaya, namun bisa secara langsung tetapi harus menunjukkan potokopi KTP dan mengisi formulir.

Sementara Sekdakab Lampura Drs H.Lekok M,.M, Menegaskan Bahwa Kelangkaan pupuk tersebut harus segera di atasi dan di realisasikan kepada petani, karna petani di Lampura sangat membutuhkan pupuk tersebut.

“Butuh percepatan dalam realisasi kepada petani, agar hasil produksi petani kita di lampura semakin membaik”. Tegasnya.

Dirinya berharap agar di awal bulan februari ini kelangkaan pupuk dapat di segera di tuntaskan.

Wartawan : DAVI

Komentar

Headline