oleh

Pilkades Serentak Tahap II di Ogan Ilir Diundur, Tau Kenapa?

Laporan Wartawan : Kaka Kertapati / Indralaya, Ogan Ilir

TRIBUNPOS.COM, OGAN ILIR — Perhelatan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak tahap II di Kabupaten Ogan Ilir (OI), yang rencananya digelar pada 1 November 2018, tiba-tiba mendadak diundur hingga selesainya pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres) April 2019 mendatang.

Tahapan Pilkades yang sudah mulai dilaksanakan 6 Agustus tadi, dengan telah dibentuknya panitia kecamatan dan desa, serta dibukanya pendaftaran calon kades, mau tidak mau dihentikan di tengah jalan.


Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Ogan Ilir, Trisnofilhaq saat dikonfirmasi Tribunpos.com membenarkan terkait mundurnya Pilkades Serentak Tahap II tersebut.

Trisno mengatakan, setelah mendapat petunjuk dari hasil konsultasi dengan Ditjen Pemdes Kemendagri. Kemendagri menyarankan agar Pilkades sebaiknya diundur setelah Pileg dan Pilpres usai.

“Mereka (Ditjen Pemdes Kemendagri) tidak melarang dan juga tidak mengajurkan Pilkades serentak di Ogan Ilir dilaksanakan sebelum Pileg dan Pilpres. Namun, mereka meminta agar Pemkab OI mempertimbangkan,” ujarnya kepada wartawan media ini via seluler, Jum’at (24/8/2018).

Diterangkan Trisno, karena pelaksanaan Pilkades berdekatan dengan Pileg dan Pilpres, ditakutkan nantinya terjadi gesekan-gesekan akibat Pilkades, yang dapat menjadi pemicu konflik nasional.

Baca juga : Catat, 6 Agustus Tahapan Pilkades Serentak di Ogan Ilir Dimulai

Lanjut Trisno, selain waktunya yang berdekatan, konsentrasi keamanan saat ini terfokus pada Pileg dan Pilpres. Saat ini tahapan-tahapan keduanya juga sudah dimulai.

“Selain itu, panitia Pilkades adalah orang yang sama dengan panitia Pileg dan Pilpres. Tahapan-tahapannya juga sama-sama berjalan, 23 September nanti sudah masuk masa kampanye,” ujarnya.

Baca juga : 24 Desa di Ogan Ilir Bakal Gelar Pilkades Serentak Tahap II, Berikut Nama-namanya!

Setelah itu, sambung Trisno, pihaknya juga sudah melakukan rapat dengan sekda dihadiri para camat pada Senin (20/8/2018) lalu. Hasilnya disampaikan ke bupati meminta pertimbangan untuk mengundur pelaksanaan Pilkades.

“Akhirnya bupati memutuskan untuk menunda pelaksanaan Pilkades setelah Pileg dan Pilpres 2019 mendatang. Karena pelaksanaan Pilkades takut nanti mengganggu pelaksanaan pesta demokrasi nasional tersebut.” pungkasnya. (Tribunpos)

Editor : Sandi Pusaka Herman

Komentar

Headline