oleh

Peredaran Obat Excimer dan Tramadol Ilegal Marak di Tangerang, Berkedok Toko Kosmetik

Laporan Wartawan Tribunpos.com, Agung Pambudi, Tangerang, Banten

TANGERANG, Tribunpos.com | Penjualan obat keras atau penenang secara Ilegal di Kabupaten Tangerang semakin marak. Bahkan sampai saat ini peredaran obat keras yang seharusnya pembeliannya menggunakan resep dokter itu, semakin terlihat fulgar di jual bukan di apotik, melainkan di toko kosmetik. Seakan transaksi terlarang ini tak mendapat larangan dari aparat penegak hukum.

Berikut penelusuran wartawan Tribunpos.com di lapangan:

Tingginya angka kenakalan remaja yang berujung meningkatkan tindak kriminal di jalanan di kabupaten Tangerang, salah satu penyebabnya adalah penyalahgunaan obat keras tramadol serta excimer.

Hasil investigasi media ini berhasil mengungkap satu toko yang berada di Desa Caringin, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten secara terang menjual obat keras (tanpa beresep dokter) dan izin edar jenis tramadol serta excimer dengan berkedok toko kosmetik.

Saat dikonfirmasi, pelayan toko kosmetik yang enggan menyebutkan namanya mengaku, pihaknya menjual obat penenang jenis tramadol dan excimer kepada para remaja dan pekerja pabrik sejak satu bulan lalu.

“Saya tau menjualan obat ini tanpa resep dan izin edar tidak boleh, tapi mau gimana lagi jika hanya mengandalkan kosmetik saja hasilnya tidak seberapa, itupun kalau ada barang saja, jika bapak mau informasi lebih jelas lagi tanyakan langsung saja sama bos saya, saya di sini hanya ditugaskan menjaga toko saja,” katanya.

Menurut pengakuannya, selain toko ini masih banyak toko kosmetik lainnya yang menjual obat eximer dan tramadol tersebut di wilayah Provinsi Banten.

“Toko kita masih baru pak, masih banyak toko yang lebih lama berjualan dari pada toko kita ini pak,” ungkapnya.

Kapolsek Cisoka, AKP Uka Subakti saat dikonfirmasi mengaku siap akan memberantas peredaran obat keras tanpa resep dokter yang dijual bebas di wilayah hukumnya itu.

“Jika benar ada penjual obat ini tanpa resep dokter dan izin edar, kami tidak akan tinggal diam, pelaku bisa dijerat dengan pasal 197 Jo 106 ayat (1) UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar,” ucapnya tegas.

Apa itu Tramadol dan apa Efek Sampingnya?

Mengonsumsi obat tramadol di luar dari ketentuan dapat menimbulkan efek yang sangat fatal bagi kelangsungan hidup. Apalagi menyalahgunakan obat golongan G ini untuk hal-hal tertentu, salahsatunya juga berdampak pada sesak napas yang berujung kematian mendadak.

Dalam beberapa pekan terakhir, penyalahgunaan tramadol kerap merasuk anak-anak remaja. Meski tidak menimbulkan efek kecanduan, namun mengonsumsi tramadol tanpa resep dokter sangat fatal bila keseringan.

Menurut dr Yulian Averoos, mengonsumsi tramadol ada efek terapi (mengobati) dan efek toksik (meracuni). Sejatinya, cara kerja obat ini hanya untuk anti nyeri saraf bagi orang setelah menjalani operasi, jatuh (kecelakaan) maupun salah urat (keseleo).

“Bila digunakan dosis berlebihan, apalagi untuk tujuan tertentu, maka menimbulkan efek samping yang sasarannya menyerang saraf pusat dan pernapasan yang sangat fatal,” kata Yulyan.

Kalaupun dosis yang dibutuhkan tubuh setiap hari, hanya butuh satu tablet atau 50 mg saja. Jika lebih dari itu, maka akan ada efek sampingnya, yaitu dapat berpengaruh pada saraf pusat, daya ingat, fungsi sosial terganggu, dan intelektual menurun.

“Lebih fatal lagi adalah menyerang pada saraf pernapasan yang berujung henti nafas (mati),” jelas Yulyan.

Efek lain akibat mengkonsumsi tramadol pada level 500 mg yang dilakukan secara terus menerus, akan terjadi muntah darah karena luka pada lambung. Dengan demikian, dr Yulyan menilai, konsumsi tramadol yang kerap dilakukan anak-anak remaja tersebut merupakan langkah awal bagi korban untuk mencari lagi barang yang lebih berbahaya alias narkotika.

Yulyan tidak menyalahkan anak-anak remaja korban tramadol, justru yang harus dilakukan adalah putuskan mata rantai, pengedar segera diungkap dan ditangkap. Karena sudah jelas bahwa untuk mendapatkan obat tersebut harus dengan resep dokter.

Tahukah anda apa itu Excimer?

Excimer adalah satu jenis obat yang memiliki kandungan utama CPZ (Chorpromazine), dimana zat ini berfungsi sebagai anti-psikotik.

Karena merupakan bahan yang berfungsi sebagai anti psikotik atau untuk mencegah dan mengatasi masalah kejiwaan. Obat ini tidak terdaftar dalam MIMS (kitab daftar obat-obatan yang beredar secara resmi).

Obat dengan nama latin chlorpromazine adalah obat golongan antibiotik fenitiazina yang digunakan untuk mengobati gangguan mental, seperti prilaku agresif yang membahayakan, kecemasan dan kegelisahan skizofrenia, psikosis, serta autisme.

Lalu bagiamana jika sudah terlanjur mengonsumsi Excimer? Jalan terbaik adalah dengan berkonsultasi pada dokter dan mencari jalan keluar terbaik. Selain itu, mencari cara untuk mengnetikan kecanduan obat terlarang ini juga merupakan satu hal yang harus dilakukan mereka yang sudah terlanjur mengonsumsi Excimer.

Sebab, tak hanya menyebabkan kecanduan, namun Excimer juga memiliki efek samping yang cukup berbahaya. Diantara lain efek samping Excimer adalah dapat menimbulkan rasa pusing, mual, penglihatan yang menjadi kabur, muntah, gemetar, detak jantung yang menjadilebih cepat, rasa kantuk yang terlalu dan masih banyak lainnya.

Dari efek samping Excimer saja, sudah jelas jika obat ini akan sangat berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah banyak dan dalam jangka waktu yang panjang.

Ini adalah salah satu obat yang tidak dijual bebas, perlu adanya keterangan dari dokter yang cukup ketat untuk bisa mengonsumsi obat ini. Efek samping yang berbahaya dari Excimer bisa menjadi berbahaya jika sudah dalam tahap lanjut. Obat ini juga memiliki zat yang menyebabkan kecanduan, ini yang kemudian menjadi sangat berbahaya.

Orang yang sudah kecanduan dengan obat ini, akan mengalami berbagai gangguan kesehatan dalam jangka panjang. Oleh sebab itulah konsumsi obat ini harus dihentikan, ini menuntut kehati-hatian terhadap masyarakat umum dalam mengonsumsi obat-obatan. Karena banyak obat-obatan yang berbahaya dan disalah gunakan.

Berhati-hatilah dan jangan sampai anda mendekati kedua obat ini tanpa resep dokter. (Bagian Investigasi I)

Editor : Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed