oleh

Penculikan Anak di Tigaraksa, Polisi Masih Mendalami Kasusnya, Ini Penjelasan Kapolsek

Laporan Wartawan Tribunpos.com, Tangerang, Arohman Ali

TANGERANG, Tribunpos.com | Penculikan anak yang sempat menggegerkan warga Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten pada Selasa, 18 Desember 2018 kemarin, kini kasusnya masih di dalami pihak kepolisian setempat.


Wakapolresta Tangerang AKBP Komarudin kepada Tribunpos.com mengatakan, kasus penculikan anak di wilayah hukumnya tersebut sedang ditangani oleh Satuan Unit Reskrim Polsek Tigaraksa.

“Kasusnya masih di dalami pihak Polsek Tigaraksa, coba langsung komunikasi dengan Kapolsek-nya ya dik,” kata AKBP Komarudin lewat pesan singkatnya ke wartawan Tribunpos.com, Rabu (19/12/18).

Sementara Kapolsek Tigaraksa, Kompol Dodid saat dikonfirmasi mengungkapkan, kasus ini dalam penyelidikan lebih lanjut. Disampaikan Dodid, pihaknya juga sudah menyambangi rumah korban sebagai langkah persuasif serta melakukan pendekatan secara psikologi terhadap korban untuk menghilangkan rasa trauma.

“Kami menghimbau lewat adanya kejadian ini mari kita bersama-sama menjaga keamanan baik bagi diri kita, keluarga dan lingkungan, sayangi lah buah hati dan sempatkan waktu untuk mengantar dan menjemput sekolah sang buah hati dan tetap selalu waspada,” katanya.

Untuk diketahui, kronologi kasus penculikan ini bermula saat korban, Murni (12) murid SDN 02 Tigaraksa hendak pulang ke rumahnya usai sekolah bersama tiga orang temannya.

Sesampai di pertigaan jalan, korban berpisah dengan teman-temannya, saat itu lah korban dicegat seorang pria yang tidak dikenalnya dan langsung dinaikkan ke sepeda motor pelaku.

Korban sempat disekap di rumah kosong oleh pelaku di kampung Cibaregbeg, Desa Bantar Panjang. Saat korban ditinggal pelaku, beruntung korban bisa melarikan diri dan teriak meminta tolong kepada warga setempat.

Alhasil, seorang Kepala Desa Maja, Usup (45) yang kebetulan sedang memesan bata merah tak jauh dari lokasi, mendengar teriakan korban dan langsung menolong korban.

Diceritakan Usup, awalnya dirinya mendengar ada suara teriakan anak perempuan menangis dan meminta tolong, dirinya samperin ternyata korban (baca; Murni).

“Saya tanyakan alamat korban dan bersama Babinsa Sertu Suheri dan Sertu Ramdan langsung membawa korban ke rumah orang tuanya di kampung Jaha, kelurahan Tigaraksa, kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang,” tutur Jaro Usup. (Red/Tangerang/Banten)

Editor : Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed