oleh

Pemilik Mesin Babat Bisa Menjadi Tersangka

www.tribunpos.com DELI SERDANG, SUMUT | Terkait maraknya pemberitaan di media mengenai peristiwa naas yang dialami seorang remaja bernama Ridho Afrizal Maulana (15) di Desa Naga Timbul, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara pada Jumat (24/07/20), hingga menyebabkan korban tewas akibat terpentalnya mesin babat yang mengenai bagian kepalanya, dinyatakan murni karena kecelakaan.

Kanit Reskrim Polsek Tanjung Morawa Ipda Dimas Adit Sutono S.Tr.K mengatakan bahwa tewasnya korban adalah ketidaksengajaan, namun pemilik mesin babat Sudar (50) diduga lalai sehingga dapat dikenakan Pasal 359 KUHP atas peristiwa tersebut, yang berbunyi “Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.


Korban tewas mengenaskan akibat terkena mesin babat yang terpental hingga mengenai kepala bagian belakang korban, Jumat (24/07/20). Foto: Azhari Rangkuti

“Menimbang dan masih dalam penyidikan. Hari Selasa atau Rabu nanti akan diadakan gelar kasus bersama pihak Polresta. Untuk sementara ini, pemilik mesin babat masih diharuskan untuk wajib lapor dan berstatus sebagai saksi,” jelas Ipda Dimas kepada awak media, Sabtu (25/07/20) siang.

Pihak keluarga korban bersama pihak pemilik mesin babat pun telah bermusyawarah di Kantor Polsek Tanjung Morawa guna menemui titik terang atas peristiwa tersebut. Namun, dikarenakan penyidikan telah berlangsung dan akan diadakan gelar kasus maka tidak menutup kemungkinan bahwa Sudar dapat dituntut sebagai tersangka dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun.

“Bukan berarti pemilik mesin babat tidak berkemungkinan menjadi tersangka bilamana nantinya setelah pihak Polsek dan Polresta mengadakan gelar kasus,” pungkasnya. (Red-TP)

Wartawan: Azhari Rangkuti

Editor: Beby Putri Akbar

Komentar

Headline