oleh

Pasien Rumah Sakit Santa Ali Sabeth Diduga Covid-19, Keluarga Merasa Kecewa dan Membantah

TRIBUNPOS MEDAN, SUMUT –  Pandemik Covid-19 ini masih menjadi permasalahan Dunia terkhusus nya di Indonesia tepatnya di Kota Medan, Sumatera Utara. Di Tengah pandemik covid-19 ini Rumah Sakit Santa Ali Sabeht yang berada di Jalan H.Misbah No.07 Kelurahan Jati Kecamatan Medan Maimun di datangi oleh Ormas PBB (Pemuda Batak Bersatu) bersama beberapa awak media, Minggu siang (26/07/20).

Pasien Rumah Sakit Santa Ali Sabeth Diduga Covid-19, Keluarga Merasa Kecewa dan Membantah, Medan, Sumatera Utara, Minggu (26/07/20).

Adapun maksud dan tujuan kedatangan para anggota dan wakil ketua DPC, PBB Kota Medan dan media yaitu bahwasanya ada salah satu dari Keluarga anggota PBB yang lagi butuh bantuan kita, dalam hal ini di duga pihak Rumah Sakit tidak memperbolehkan pasien nya yang meninggal dunia yang berinisial JO Siburian (55) untuk di bawa pulang kekampung halaman nya, yang beralamat di Sidikalang Desa Palipi Kecamatan Laeparira Kabupaten Dairi.

Keluarga dari almarhum R.Hutagaol (38) Wawan (25) S.Purba (56) beserta Istri dari almarhum yang berinisial L. Boru Hotang, kami tidak terima dan tidak percaya kalau almarhum kena Covid karena almarhum sudah lama sakit jantung. Kami datang ke RS ini rujukan dari RSU Sidikalang dengan tujuan untuk cuci darah sampai kami kemari sekitar jam 18.30 wib pada hari Sabtu di rawat.

Namun Tuhan berkata lain, sekitar jam 09.30 wib pagi Minggu meninggal, pihak Rumah Sakit menyuruh istri dari almarhum untuk menandatangani surat-surat, setelah di tandatangani pihak keluarga tidak boleh mendekat sebelum di isolasi di sebabkan meningal akibat Covid.

Masih kata dari pihak keluarga terus memohon dan berupaya agar almarhum bisa kami bawa pulang kekampung untuk di makamkan secara keluarga karena kami tidak yakin kalau pihak rumah sakit mengatakan kena covid. Namun, pihak rumah sakit tidak memperbolehkan dengan alasan berkas hasil dari pihak rumah sakit sudah di laporkan ke Dinas Kesehatan dan pihak polisi dengan apa yang kami mohon sampai waktu jam12.30 siang juga tidak di bolehkan.

“Sehingga kami memohon bantuan kepada PBB karena kami dengar mereka banyak membantu tentang pasien yang bermasalah dan sigab membantu masyarakat,” cetus Keluarga kepada awak media.

Awal nya pihak PBB tidak boleh masuk dan tidak boleh ikut campur dalam hal kebijakan Rumah Sakit namun dengan upaya dan usaha yang di lakukan dari PBB untuk pengen tahu dan kejelasannya dan di bantu pihak dari polisi akhirnya pihak PBB (Pemuda Batak Bersatu) di perbolehkan masuk keruangan untuk bertemu pihak rumah sakit pada pukul 16.00 di sore hari.

Adapun hasil pantauan awak media, Alhamdulillah memuaskan sehingga almarhum pasien di perbolehkan untuk di bawa pulang ke kampung dan di makamkan secara keluarga. (Red-TP)

Wartawan : Kabiro Joni Suheryanto            

Editor : Yolawati

Komentar

News Feed