oleh

MK Kabulkan Gugatan DHDS, Aziz Kemis: Saya Yakin 100 Persen Devi-Darmadi Menang PSU Nanti

Laporan Wartawan Tribunpos, Sandi Pusaka Herman Timur, Sumsel

TRIBUNPOS, PALEMBANG I Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan sengketa Pilkada PALI 2020 dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Gugatan yang diajukan pasangan calon (paslon) nomor urut 01 Devi Harianto SH MH-H Darmadi Suhaimi SH (DHDS) dikabulkan untuk sebagian.


Dalam putusannya hakim, Senin (22/03/2021) membatalkan Surat Keputusan KPU Kabupaten PALI nomor 366/PL.02.6-Kpt/1612/KPU-Kab/XII/2020 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilihan Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Tahun 2020 yang memenangkan Heri Amelindo dan Soemarjono (HERO).

“Mengabulkan permohonan pemohon untuk sebagian,” ucap Ketua Majelis Hakim Anwar Usman saat membacakan amar putusan, Senin (22/03).

Pembatalan surat keputusan KPU itu meliputi perolehan suara masing-masing paslon di 4 TPS, yakni TPS 6 Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara, TPS 8 Desa Babat Kecamatan Penukal dan TPS 9 serta TPS 10 Desa Air Itam Kecamatan Penukal.

“Memerintahkan kepada KPU PALI untuk melaksanakan pemungutan suara ulang dalam waktu paling lama 30 hari kerja sejak dibacakannya putusan mahkamah ini,” kata hakim saat sidang pleno sengketa Pilkada yang dilakukan terbuka.

Sementara itu Wakil Ketua DPW PAN Sumsel Bidang Bapilu, Abdul Aziz Kemis menyikapi Keputusan MK mengabulkan gugatan PSU pasangan DHDS sudah tepat dan benar.

Dia mengutarakan, sedari awal dirinya sudah punya pandangan kalau MK akan mengabulkan gugatan DHDS. Dan ini terbukti MK mengabulkan gugatan PSU tersebut.

Menurutnya dengan hasil putusan MK ini, sudah menunjukkan bahwa DHDS pada PSU nanti bisa menang. Karena MK mengabulkan 4 TPS yang diperintahkan Pemilihan Suara Ulang itu karena dasar ada kecurangan.

Apalagi biasanya keputusan PSU tersebut diikuti penggantian petugas KPPS dan KPU PALI ditegur. Berarti selama ini mereka (KPPS atau pun KPU) kurang mempunyai integritas.

“Artinya orang-orang yang baru itu (petugas KPPS) akan lebih bagus dan lebih adil sebagai petugas penyelenggara Pilkada di tempat TPS yang diulang dan 100% saya yakin DHBS akan menang,” tegasnya.

Sekedar untuk diketahui kasus bermula saat KPU Penukal Abab Lematang Ilir menetapkan perolehan suara paslon nomor urut 1 Devi Harianto dan Darmadi Suhaimi sebesar 51.205. Sedangkan untuk paslon nomor urut 2 Heri Amalindo dan Soemarjono memperoleh 51.863 suara. Perbedaan suara yang diperoleh oleh paslon nomor urut 1 dengan paslon nomor urut 2 adalah 658 suara.

Pasangan DHBS menggugat karena menemukan kecurangan. Terdapat perbedaan hasil penghitungan suara berbasis daftar hadir, formulir C, dan salinan KWK. Ditemukan banyak perbedaan data pemilih, dan kebanyakan mereka memilih sebanyak dua kali di beberapa TPS. (Red-TP)

Editor Berita: Sandi Pusaka Herman Timur

Komentar

Headline