oleh

Merasa Ditelantarkan Pengembang, Warga Perumahan BCI Cikande Mengadu ke PUPR Serang

MEDIASI: Pertemuan pihak perwakilan warga Perumahan Bumi Cikande Indah (BCI) Cikande dengan Toni Kristiawan Kepala Bidang Perumahan Sarana Prasarana Gedung Dinas PUPR, Pemkab Serang. (Foto/ Agung Pambudi)

SERANG, Tribunpos.com | Warga Perumahan Bumi Cikande Indah, Desa Cikande, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten mulai gerah dengan lambatnya proses penyerahan fasum dan fasos yang ada di perumahan itu.


Sudah beberapa kali usaha yang dilakukan oleh Forum Komunikasi RT/RW (FKRT/RW) mewakili masyarakat patah di tengah jalan.

Berbagai upaya dilakukan baik bersama sama dengan pemerintahan tingkat desa dan kecamatan hingga dinas terkait, namun upaya tidak membuahkan hasil.

Heri Susanto, sekretaris FKRT/RW BCI mengatakan, proses penyerahan fasum fasos ini sudah berjalan selama 3 tahun sejak 2016 lalu. Kondisi Perumahan yang ditelantarkan dan ditinggalkan pengembang mungkin yang membuat proses penyerahan menjadi mandek.

“Dalam pertemuan antara perwakilan masyarakat dengan tim verifikasi kabupaten Serang, masyarakat sepakat akan menyerahkan kepada pemerintah agar menjadi asset Pemkab sehingga percepatan pembangunan bisa dilakukan,” ujar Heri memberikan keterangan pada awak media, Kamis (25/10/2019).

Senada dengan Heri, Daud Tamsir selaku ketua FKRT/RW BCI menyampaikan kekesalannya. “Sudah lebih dari 24 tahun kami tinggal disini, kami minta kepada pemerintah agar segera mengabulkan permohonan penyerahan fasum dan fasos kami. Pengembang hingga saat ini tidak ada itikad baik. Melalui pegawai GTU (Griya Tradisi Utama) sebagai pengembang BCI beberapa kali sudah dilakukan komunikasi, tapi apa hasilnya mereka mengatakan bahwa pengembang BCI sudah tidak bermain di properti artinya managemennya mungkin sudah bubar” kata Daud.

“Kami minta secepatnya penyerahan ini dibuatkan berita acara karena kami sudah sepakat dengan dinas Perkim bahwa kondisi BCI adalah abnormal, karena ditelantarkan pengembang, jika hingga akhir tahun tidak terealisasi tentunya kami akan menempuh cara yang lain atau mungkin bersama dengan seluruh masyarakat BCI akan mengunjungi Pendopo Kabupaten,” tambah Daut.

Sementara, Toni Ktistiawan, Kepala Bidang Perumahan Sarana Prasarana Gedung Dinas PUPR Pemkab Serang menyampaikan kesiapan membantu warga BCI sesuai Perda no 12 tahun 2019 tentang Penyerahan Prasarana dan Utilitas Perumahan.

Toni mengatakan, dalam hal ini tanah fasos fasum harus terlebih dahulu diserahkan ke pemerintah daerah. “Dan mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, semua proses sudah dilaporkan ke Bupati Kabupaten Serang Ratu Tatu Chasanah.” ungkapnya. (*/Red)

Wartawan: Agum Pambudi
Editor: Sandi Pusaka Herman

Komentar

Headline