oleh

May Day di Kota Serang Tak Ada Demo Buruh, Yang Ada Festival Panggung Hiburan

SERANG KOTA Tribunpos.com | May Day adalah sebuah peringatan Hari Buruh Internasional, yang jatuh setiap tanggal 1 Mei. May Day biasa diperingati para buruh dengan aksi turun ke jalan menyuarakan hak-hak mereka.

Tak tanggung-tanggung para buruh kadang tumpah ruah sampai ribuan orang. Bahkan acap kali May Day menimbulkan bentrokan dengan aparat.

Namun ada yang berbeda dalam May Day kali ini. Yaa May Day di Kota Serang, Banten dibuat berbeda. Buruh diberikan hiburan musik dan hadiah yang menarik.

Sengaja Pemerintah Kota Serang menfasilitasi Perayaan Hari Buruh ini dengan ‘Festival Panggung Hiburan’.

Kegiatan yang terpusat di Alun-alun Kota Serang ini penuh dorprize menarik serta menyuguhkan Stand dari berbagai perusahaan dan Bazar murah. Di tahun ini para buruh dipastikan tidak akan melakukan aksi demo untuk merayakan May Day di Kota Serang.

Walikota Serang, Syafrudin mengaku, bersyukur tidak ada aksi turun ke jalan dalam peringatan Hari Buruh di Kota Serang. “Alhamdulillah tidak ada demo. Kita pun telah menyediakan bazar murah, senam bersama dan berbagai hadiah menarik lainnya,” katanya.

Dalam mengatasi tingkat penggangguran yang cukup tinggi di Kota Serang, Syafrudin bersama jajaran Pemerintah Kota Serang berencana akan membangun dan menciptakan wilayah industri baru.

“Kita harus menciptakan lapangan kerja baru, pemkot akan merubah tata ruang yang dulu tidak berjalan efektif, nanti akan kita atur sebaik dan sebagus mungkin untuk menciptakan lapangan kerja baru,” ujar Syafrudin usai menghadiri acara peringatan hari buruh Internasional (May Day) di alun-alun Barat Kota Serang, Rabu, 1 Mei 2019.

“Nanti sekitar 20 perusahaan akan kita ajak kerjasama dan membangun industri di wilayah Kota Serang. Rencananya di wilayah Kasemen,” pungkasnya.

Sekedar untuk diketahui, peringatan May Day diperingati untuk mengenang sebuah tragedi yang pernah menimpa kaum buruh di Chicago pada tahun 1886.

Dimana ada sebuah peristiwa, polisi Chicago menembaki kaum buruh dengan brutal ketika mereka sedang menggelar aksi untuk menuntut jam kerja dan kesejahteraan.

Bahkan di Indonesia sendiri, May Day mulai diperingati pada tahun 1920, melalui UU Kerja No. 12 Tahun 1948, pada pasal 15 ayat 2, berbunyi “Pada hari 1 Mei buruh dibebaskan dari kewajiban kerja”.

Tetapi pada jaman orde baru (Orba), tepatnya setelah peristiwa 1965, May Day tidak pernah lagi diperingati, dan dianggap sebagai kegiatan politik yang subversif dan berideologi komunis.

Pasca runtuhnya Soeharto pada 1998, buruh kembali diperbolehkan lagi untuk memperingati May Day. (**)

Wartawan: Oki Andriyanto
Kabiro Kota Serang: Apriadi
Editor: Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed