oleh

Mereka Digusur Pakai ‘Tangan’ Polisi, Nasib Masyarakat Labi-labi Kota Palembang

Era Sari: Dari Mana Asal Dana Untuk Biayai 700 Personil Polisi Itu

TRIBUNPOS, PALEMBANG | PT Timur Jaya Grup dibantu sekitar 700 personel gabungan dari kepolisian Polresta Palembang, melakukan penggusuran kepada warga yang menepati lahan di atas tanah labi-labi, Alang-Alang Lebar, Palembang, Sumsel.

Penertiban itu pun berujung konflik memanjang, karena warga mempertahankan tanah mereka yang sudah ditinggali sejak 2002 silam itu.

Dalam permasalahan tanah labi-labi tersebut, selain menuai konflik, juga menambah masalah baru karena masyarakat petani merasa dikriminalisasi oleh aparat penegak hukum.

“Disini kita mempertanyakan kewenangan apa yang dimiliki oleh 700 personil kepolisian sehingga mereka dengan berani mengamankan lahan bahkan melakukan penggusuran tanpa adanya putusan pengadilan,” kata Eka Purnama Sari salah satu narasumber dari YLBHI Pusat yang terhubung secara daring pada konferensi pers di kantor LBH Palembang, Jalan HBR Motik Griya Indah, Palembang, Selasa (28/07/20).

Era yang juga pendamping ‘Masyarakat Labi-Labi’ saat melaporkan kasus ini ke Jakarta beberapa waktu lalu, juga mempertanyakan, darimana asal dana untuk membiayai kegiatan penggusuran itu.

“Apakah memang ada dasar yang pasti ataukah tidak. Jika tidak, maka harus kita upayakan penyelesaiannya, bahkan bila perlu kita ajukan gugatan saja, karena kepolisian sudah melewati batas kewenangannya,” ucapnya.

Era juga mengaitkan tindakan kepolisian tersebut dengan pelanggaran Kode Etik Profesi Polri (KEPP) dan dugaan perbuatan menyalagunakan kewenangan hukum.

“Sehingga perlu diupayakan penyelesaiannya dengan peran Ombudsman, bahkan peran KPK dan Kejaksaan Tinggi atas perilaku gratifikasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian yang dianggap berpihak pada PT Timur Jaya Grup,” ujarnya.

Pernyataan Era Sari tersebut didasarkan pada fakta, bahwa ‘Masyarakat Labi-Labi’ mengalami penolakan oleh pihak Mabes Polri. Pada saat mengajukan laporan terhadap perkembangan kasus penyerobotan dan penguasaan lahan yang dikelola masyarakat untuk perkebunan sejak tahun 2002 silam, saat ini telah digusur oleh pihak kepolisian karena klaim PT Timur Jaya Grup sebagai pemilik lahan yang alas hak atas tanah tersebut masih menjadi tanda tanya.

Dalam konferensi pers ini pula disampaikan perkembangan kasus kriminalisasi terhadap 4 orang warga yang ditangkap atas kepemilikan senjata tajam pada saat dilakukannya penggusuran oleh 700 personil kepolisian.

Sofyan dan Ryan Hidayat sudah masuk perkara pokok. Untuk 2 orang lainnya, Azhari dan Harmoko hari ini sedang berlangsung sidangnya di PN Palembang dalam agenda pembacaan eksepsi,” jelas Fribertson Parulian Samosir, SH, selaku kuasa hukum yang mendampingi ‘Masyarakat Labi-Labi’ di persidangan. (Red-TP)

Wartawan: Beby Putri Akbar
Editor: Sandi Pusaka Herman Timur

Komentar

News Feed