oleh

Masyarakat Apresiasi Kinerja Puskesmas Tanjung Batu Tangani Pasien Orang Terlantar

Kepala Puskesmas Tanjung Batu H. Afaid Yusuf SKM. MSi didampingi para staff saat memberikan bantuan sosial untuk pasien orang terlantar, Rabu (23/5/2018). (Dok. Perawat)
Laporan Wartawan Tribun Pos : Zainudin A Kirom / Tanjung Batu Ogan Ilir

TRIBUNPOS.COM, TANJUNG BATU — Pelayanan cepat dan tanggap yang diberikan oleh para dokter, perawat dan staff di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Tanjung Batu, Ogan Ilir patut diapresiasi.

Salahsatu contoh, penanganan terhadap pasien atas nama Dasendra (19) pemuda malang yang sudah tiga hari sakit dan sempat terlantar di Masjid Walimah, mendapat perhatian cepat dan baik dari puskesmas yang dipimpin oleh H Afaid Yusuf SKM MSi itu.

Padahal pemuda terlantar itu tidak memiliki identitas dan bukan warga setempat melainkan warga kabupaten lain yakni Muara Enim. Namun, karena sisi kemanusiaan dan tanggungjawab sebagai abdi masyarakat dan perpanjangan peran pemerintah. Pihak puskesmas tetap memberikan pelayanan yang sama dan prima.


Bahkan atas kebijakan langsung kepala Puskesmas, sang pasien dibebaskan dari semua beban biaya obat maupun pelayanan keperawatan alias gratis.

Anggota DPRD Ogan Ilir, Addinul Ikhsan mengapresiasi positif atas kinerja Kepala Puskesmas Tanjung Batu, Afaid Yusuf. Hal itu disampaikan melalui pesan singkat kepada Tribunpos.com.

Addinul menilai, apa yang dilakukan Puskesmas Tanjung Batu ini sesuai dengan yang diharapkan masyarakat. Sehingga, kinerja positif tersebut bisa menular ditiru oleh Puskesmas lainnya.

Sementara itu, kondisi pasien sudah membaik dan sehat. “Pasien sudah kami rawat, luka bengkak mengangah di kakinya juga sudah bersihkan dan diobati. Alhamdulillah sudah tidak lagi mengalami demam setelah kami berikan antibiotik dan diinfus,” kata Miftahul Jannah, Dokter yang menangani pasien tersebut.

Dijelaskan dokter cantik kelahiran Desa Srikembang 26 tahun silam ini, karena kondisi fisik pasien sudah membaik, pihaknya memperbolehkan pasien pulang dan melakukan rawat jalan ke puskesmas atau rumah sakit terdekat di daerahnya nanti.

“Mengingat selama dirawat tak ada satu pun pihak keluarga yang mendampingi, dan juga pasien secara fisiknya kuat. Maka atas permintaan pasien sendiri, pasien minta pulang, kami berikan izin pulang. Namun pasien tetap diminta melakukan perawatan jalan di puskesmas terdekat di tempatnya,” jelas dokter yang akrab disapa Mifta ini.

Diwaktu bersamaan, Afaid Yusuf Kepala Puskesmas Tanjung Batu menjelaskan, sehubungan pasien ini tak ada satu pun keluarga yang bisa dihubungi. Dan kondisinya terlantar tak memiliki uang sama sekali untuk pulang.

“Kami berinisiatif mengumpulkan dana sosial kolektif dari para dokter, perawat, bidan dan staff puskesmas dari uang pribadi masing-masing dan alhamdulillah terkumpul Rp225.000. Uang itu lah untuk keperluan biaya ongkos dan bekal diperjalanan pasien,” pungkasnya.

Perlu diketahui, tiga hari yang lalu Seorang pemuda tanpa identitas ditemukan terlantar di Masjid Walimah Kelurahan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Pemuda yang mengaku bernama Desendra, berusia 19 tahun, warga Desa Lubuk Amplas perbatasan Muara Enim – Lahat itu ditemukan warga dalam keadaan terbaring lemas di pelataran masjid.

Di pergelangan kakinya terdapat balutan kain, menutupi luka borok yang mengangah membusuk akibat gigitan ular. Namun tak menjelaskan kapan dan dimana kejadian naas tersebut.

Menurut pengakuan pemuda yang terlihat linglung itu, dirinya bersama seorang temannya berniat mencari pekerjaan kuli bangunan. Ia terpisah dari temannya dan tak tau kemana harus mencari. Hanya tersisa pakaian lusuh di badan yang sudah tiga hari tak berganti. Tak ayal aroma khas keluar dari tubuhnya.

“Tas aku di bawa temen pak, kami pisah. Duit aku sudah dak katek lagi, aku kadang makan kadang idak, tolong pak,” ucap pemuda yang hanya mengecam sekolah dasar sampai kelas 5 SD ini dengan nada lirih kepada beberapa warga yang menghampiri.

Dia menceritakan, kalau dirinya sudah tak memiliki ibu dan bapak lagi. Sejak kecil ia tinggal bersama neneknya sampai sekarang.

“Tolong aku pak, aku pengen balek bae nak ktemu nenek aku,” katanya sambil terlihat hampir meneteskan air mata.

Warga bingung untuk menghubungi pihak keluarga pemuda tersebut. Mengingat tak ada satu identitas yang bisa dijadikan sumber petunjuk.

“Terlantar dia, nggak ada identitas, nggak tau alamatnya, jadi bingung kita mau ngantarnya,” kata Jamal salah seorang jamaah masjid kepada wartawan Tribunpos.com.

Hingga berita ini diturunkan, pemuda terlantar tersebut kini sudah kembali ke daerahnya, berbekal bantuan dari para pegawai dan staff di Puskesmas Tanjung Batu. (Red)

Editor : Sandi Pusaka Herman

Komentar

Headline