oleh

Maraknya Vandalisme di Taman Kota Prabumulih, Ini Kata Kasat Pol PP

TRIBUNPOS, PRABUMULIH I Masih ingat berita vandalisme merajalela di taman kota Prabumulih beberapa waktu yang lalu (11/11). Berita itu menuai banyak komentar dari masyarakat, terutama saat berita dipublish ke media sosial (medsos) facebook.

Baca : https://www.tribunpos.com/sumatera-selatan/vandalisme-merajalela-di-taman-kota-prabumulih

Baik komentar sinis kepada penjaga taman kota (Satpol PP, Red). Seperti yang dilontarkan akun FB Cicom Komet. “Suruh tedok bae yg jago taman tu, jd percuma bae ado tu, jgn awal baru bae di jago ketat tu2, ado gawe pasti ado gajenyo kan dri pemerintah tu, jd di jagolah nian, malu kito dgn kota2 daerah laen tu… Wss”.

Ataupun kutukan kepada pelaku yang melakukan aksi Vandalisme. Seperti yang dilontarkan oleh Akun FB Paisal Akbar, “Biaso budak2 tanggong cak kepakaman budak aibon jamet sampah prabu”.

Menanggapi hal tersebut Kasat Pol PP Kota Prabumulih, Hartono angkat bicara. Disambangi Wartawan Tribunpos, Rabu (18/11/20) di ruang kerjanya, Ia menjelaskan bahwa sudah menempatkan dua personelnya berjaga di taman kota.

Namun memang pihaknya mengakui kekurangan tenaga (personel, red) untuk menjaga taman kota tersebut. Idealnya, menurutnya penjaga taman kota berkisar 4-5 orang. Sehingga bisa bergantian patroli siang-malam.

Ditanya soal, adakah rencana untuk menambah personelnya melihat kondisi taman kota yang luas dan rawan vandalisme?, Pria bertubuh tinggi tersebut menuturkan kemungkinan itu ada dengan melihat kondisi keuangan Satpol PP.

“In Sya’a Allah Kito inikan, kesiapan anggaran pak, anggaran kito ini oleh Covid jadi belum biso, ” ujarnya.

Lebih lanjut ia juga menegaskan kepada personel yang menjaga taman kota untuk lebih merutinkan patrolinya.

Terkait saran salah satu warga yang berkomentar ada baiknya dipasang CCTV di taman kota. Hartono menerima saran tersebut namun bukan kapasitas instansinya untuk menganggarkannya.

“CCTV itu bukan kami, tapi itu lebih bagus kalo ado CCTV, In Sya’a Allah gek kito buat surat ke pengadaannyo,” ucapnya.

Lebih lanjut Hartono menegaskan, bagi pelaku vandalisme yang sering beraksi di taman kota, pidana menanti jika mereka terbukti melakukan pengrusakan fasilitas umum sesuai aturan yang berlaku.

Ia juga menghimbau bagi masyarakat yang melihat pelaku pengrusakan fasilitas umum atau vandalisme, boleh melapor ke Sat Pol PP dengan catatan ada bukti, saksi dan ada barang bukti. (Red/TP)

Wartawan: Aries Prandiko
Editor: Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed