oleh

L.K.P.A Sumsel : Dugaan Kasus Bansos Covid-19 Oknum Kades Menang Raya Berjalan Lamban di Tangan Kejari OKI

TRIBUNPOS PALEMBANG – Menindak lanjuti aksi yang di lakukan oleh Lembaga Khusus Pengawasan Anggaran Covid-19 ( L.K.P.A Covid-19 ) Sumsel dan L.K.P.A Korwil OKI bersama Masyarakat di Kajati Sumsel mengenai permasalahan bantuan yang di berikan Kades Menang Raya Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir pada tanggal 27/08/2020 lalu.

Kades tersebut di anggap masyarakat Menang Raya bermasalah, sehingga masyarakat Menang Raya bersama LKPA Sumsel mendatangi Kejati Sumsel untuk melaporkan kejadian tersebut.

Data laporan sudah diturunkan pihak Kejati Sumsel ke Kejari Kabupaten OKI, dan pihak Kejari OKI pun sudah mulai memproses kasus tersebut.

Kades Menang Raya sudah mendapat panggilan dari pihak kejari sebanyak 4 kali pemanggilan, pertama pada tanggal : 09/11/2020 Kades Menang Raya datang namun tidak membawa data yang dibutuhkan untuk pemeriksaan. Pemanggilan kedua pada tanggal : 11/11/2020 Kades Menang Raya tidak dapat hadir dengan alasan sakit pinggang. Pemanggilan ketiga pada tanggal : 19/11/2020 Kades Menang Raya tidak datang dengan alasan sakit.

Berikutnya pemanggilan ke empat pada tanggal : 25/11/2020 Kades dan Sekdes Menang Raya hadir, namun belum ada keputusan dan informasi lebih dari pihak Kejari yang menyatakan bahwa akan ada pemanggilan lanjutan menyertakan pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tersebut, untuk waktu yang belum bisa di tentukan.

” Saya Andi Leo selaku koordinator pusat LKPA Covid-19 Sumatera selatan sangat menyayangkan dengan proses yang sangat lamban yang dilakukan oleh pihak Kejari OKI, saya meminta adanya ketegasan hukum untuk seluruh urusan yang bersangkutan dengan pelanggaran agar dilakukan dengan responsip dan tegas, melihat belum adanya kesimpulan sampai saat ini dan pihak kades pun seperti menganggap pemanggilan ini seperti main-main terbukti dengan beberapa kali tidak dapat hadir dalam panggilan Kejari OKI, sangat di sayangkan,” ungkap Andi.

“L.K.P.A Sumsel dan L.K.P.A korwil OKI beserta masyarakat Menang Raya yang mengawal kasus ini tentunya sangat menunggu hasil kerja keras yang dilakukan oleh pihak Kejari OKI, karena sudah tiga bulan lebih mengawal kasus ini namun belum ada kepastian dan tanggapan dari pihak terlapor”. Ujar Andi Leo.

Wartawan : Syaiful Jabrig

 

 

Komentar

News Feed