oleh

Korupsi Dana Desa, Mantan Kades Kuripan Ditetapkan Tersangka

TRIBUNPOS BENGKULU SELATAN – Usai melalui proses penyelidikan dan pendalaman  yang cukup panjang, Kejaksaan Negeri Bengkulu Selatan menetapkan mantan Kades Kuripan dengan inisial ZA sebagai tersangka dugaan korupsi Dana Desa anggaran tahun 2016.

Hal ini disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu Selatan Nauli R. Siregar, SH.,MH melalui kasi Intel Muhammad Ichsan, SH.,MH yang didampingi Kasi Pidsus Marjek Marpilo, SH. Kepada awak media Tribun Pos Bengkulu Selatan Muhammad Ichsan mengatakan.


“Bedasarkan Pogres penyelidikan bahwasannya, hari ini ZA [50] tahun ditetapkan sebagai tersangka dan sudah kita lakukan penahanan. Dengan Sprindik Nomor 45 /L.7.13/Fd.1/ 01/2021pada tanggal 29 januari 2021, sedangkan untuk penahanan sesuai surat perintah Nomor47/L.7.13/Fd.1/01/2021 bahwa tersangka ZA kita lakukakan penahanan 20 hari sejak 29 januari sampai dengan 17  Feberuari 2021. Yang selanjutnya kita titipkan di Rutan Manna, BS,” jelas Ichsan Jum’at 29/01/2021

Pasal yang disangkakan terhadap tersangka yang pertama pasal 2 ayat 1 Sub pasal 3 Juncto pasal 18 Undang – Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah sesuai dengan Undang – Undang Nomor 20 tahun 2001  tentang perubahan atas Undang – Undang  no 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Dengan kerugian Negara, sesuai penghitungan yang dikeluarkan Inspektorat  Kabupaten Bengkulu Selatan. Terindikasi ada kerugian dalam kegiatan pembangunan pada tahun 2016 terhadap pembangunan siring pasang dan rabat beton. Dengan potensi kerugian mencapai Rp.251.983.566,-  kemudian penghitungan pajak sebesar RP. 25.625.320,-

Dan ada pengembalian yang dilakukan tersangka ZA baik secara langsung maupun dititipkan pada Kejaksaan Negeri Bengkulu Selatan kepada penyidik sebesar Rp. 79.516.667,- masih tersisa kerugian negara sebesar Rp.147.406.367,-

Peran tersangka ZA lanjut Ichsan “Sebagai Kepala Desa dalam pengolaan APBDes, dimana peran dan tugas memegang keuangan tersebut ada pada bendahara.

Namun diambil alih oleh ZA, bahkan yang lebih parahnya lagi ZA meminta kepada bawahannya untuk membuat Surat Pertanggung Jawaban SPJ fiktif. Tidak sesuai dengan realisasi yang sebenarnya. “Sampai saat ini dalam kasus Dugaan Korupsi anggaran dana Desa, Desa Kuripan hanya ZA yang kita tetapkan sebagai tersangka. Tetapi tidak menutup kemungkinan berdasarkan perkembangan kedepannya nanti ada tersangka – tersangka baru,” Pungkas ichan.

Wartawan : Hamdani

Komentar

Headline