oleh

Kisah Miris Dan Menyayat Hati, Pejuang Cilik  Menjadi Tulang Punggung Keluarga

TRIBUNPOS,MESUJI LAMPUNG— Sungguh pilu dan menyayat hati melihat kisah hidup anak yang masih kecil harus menjadi tulang punggung keluarga demi untuk menyambung hidup, Nando(8) yang kini menumpang di rumah warga yang berada di Desa Agung Batin bersama ayah tiri dan ibu serta adiknya.

Di usianya yang masih anak anak seharusnya ia mengenyam pendidikan dan bermain dengan teman teman layaknya anak anak yang lain, akan tetapi semua itu sunggung mimpi baginya, karena dia sehari hari harus mencari nafkah demi menghidupi ayah tirinya yang sudah sakit – sakitan dan ibu serta adiknya dengan memungut singkong yang tercecer di sepanjang jalan arah pabrik sagu (SPM) Desa Mulya Agung kecamatan Simpang Pematang Kabupaten Mesuji.

Menurut pengakuannya kepada awak media saat di hampiri dengan bercucuran keringat dan membawa karung yang berisikan beberapa buah singkong hasil dia memungut di jalan, jumat (23/10) di tempat ia mengais rejeki, untuk memungut singkong yang ada di jalan ia harus gerak cepat, sebab banyaknya kendaraan yang hilir mudik sehingga singkong yang tercecer sering kali terlindas, serta terkadang ia juga keduluan oleh orang lain karena mereka pakai motor.

Yang sangat mengejutkan,Nando mengaku sering sendirian di tengah malam untuk mencari singkong yang tercecer dengan berbekal senter kepala, dan bahkan kehujanan,”ucapnya.

Saat awak media menanyakan terkait apakah ia tidak ingin sekolah ? Sontak dia menjawab ” bagaimana saya mau sekolah om, kalau saya sekolah siapa yang akan mencari makan untuk adik dan ibu saya,”keluhnya.

Di tempat terpisah, Ucok (42) ayah tiri Nando, yang sedang mengais singkong juga di jalan, akan tetapi beda arah mengatakan, bahwasannya dia dulunya adalah supir truck milik pengusaha di Tulang Bawang, semenjak sering sakit sakitan ia pun memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya walaupun dengan berat hati, dan sekarang jadi pemungut singkong bersama anaknya.

Lanjutnya, pekerjaan ini sudah dia lakukan kurang lebih dua tahun sejak Nando berumur enam tahun, jika sakitnya kambuh anaknya lah yang mencari nafkah, dan identitas yang ia miliki masih beralamatkan daerah asalnya dari luar mesuji,”tutupnya.

 

Wartawan : Jumani/ sulistiono

Editor : Indra Tribunpos

 

Komentar

News Feed