oleh

KH Amiruddin Nahrawi Imami Shalat Maghrib dan Subuh di Mekkah

MEKKAH, Tribunpos.com | KH Amiruddin Nahrawi mengimami shalat Maghrib dan Subuh jamaah kloter 13 Ar-Rahma saat bermalam di Mina, Mekkah, Selasa (13/08/19) dini hari Waktu Arab Saudi. Usai shalat, Kiai Amiruddin yang juga sebagai Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang Hubungan Antar Agama ini, langsung melanjutkan dengan tausyia agama.

Kala kondisi di Mina yang diguyur hujan lebat disertai angin kencang, membuat aktivitas para jamaah cukup terbatas. Bendahara Lembaga Dakwah PBNU Pusat mengajak jamaah untuk banyak beristigfar dan mengamalkan surat Al-Ikhlas.


Dalam tausiyahnya, Kiai Cak Amir sapaan akrab KH Amiruddin Nahrawi menceritakan kisah jenazah yang kala mau di sholatkan nabi, namun nabi menolak untuk mensholatkannya, karena jenazah tersebut semasa hidupnya ternyata memiliki hutang sebanyak 4 dirham yang belum dilunasi.

Cak Amir melanjutkan, tiba tiba datanglah malaikat Jibril, lalu berkata kepada nabi, bahwa hutang ahli jenazah itu sudah dilunasi oleh Allah SWT, karena di masa hidupnya selalu membaca surah Al-Ikhlas, hingga nabi pun mau mensholati jenazah tersebut.

Cak Amir menjelaskan, dari cerita tersebut dapat diambil hikmah, bahwa sungguh dahsyat sekali pahala orang yang banyak membaca Surah Al-Ikhlas.

“Saya terangkan, pahala yang didapat setiap kita membaca surah Al-Ikhlas, pertama jika membacanya sebanyak 3 kali, maka pahalanya sama dengan membaca Al-Qur’an 30 Juz. Kedua, jika membacanya sebanyak 100 kali, maka kita akan dibebaskan dari Api Neraka,” jelasnya.

Oleh karena itu, tambah Kiai Cak Amir, seorang jenazah yang punya hutang di zaman nabi tadi, hutangnya dilunasi oleh Allah, karena Ia selalu membaca surah Al-Ikhlas, hingga Ia dibebaskan dari Api Neraka.

“Meski tausyia ini singkat, saya berharap para jamaah bisa mengambil intisari atas apa yang saya sampaikan dan akan di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dan juga saya ingatkan kepada seluruh jamaah agar bersiap-siap karena di waktu siang nanti kita akan kembali ke Mekkah untuk melanjutkan rutinitas ibadah haji kita,” tutupnya. (*/Red)

Editor: Sandi Pusaka Herman.

Komentar

News Feed