oleh

Ketahuan Tak Pasang Lashing saat Berlayar, KMP Wira Kencana Kena Sanksi Tegas BPTD Banten

Berita Investigasi Wartawan Tribun Pos, Badiamin Sinaga, Merak, Banten

MERAK, Tribunpos.com | Kementerian Perhubungan kembali memberikan sanksi tegas kepada kapal yang ketahuan melanggar Peraturan Menteri (PM) No 30/2016 tentang kewajiban pengikatan kendaraan pada kapal angkutan penyeberangan.

Kali ini giliran Kapal KMP Wira Kencana milik perusahaan pelayaran PT Wira Jaya Logitama Line yang terkena sanksi dari Satuan Pelaksana Pelabuhan Merak Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah Kerja VIII Provinsi Banten di bawah Kementerian Perhubungan.

Sanksi berupa penghentian sementara operasi (baca; Bongkar Anchore) alias di-engkerin (parkir) tak boleh berlayar selama 1 (satu) kali pelayaran pulang-pergi, harus menjadi pelajaran serius bagi perusahaan pelayaran lainnya yang berlayar dari Pelabuhan Merak – Bakauheni.

Koordinator Satpel Pelabuhan Merak BPTD Banten Hariyanto ST kepada Tribunpos.com mengatakan, Punishment ini diberikan berdasarkan informasi yang didapat dari aduan masyarakat pada Jumat, 13 September 2019.

“Dari laporan itu kita lakukan kroscek dan memanggil pihak KMP Wira Kencana, karena terbukti, langsung dibuatkan berita acara punishment sanksi Bongkar Anchore tidak mendapat pelayanan pulang pergi dan diengkerin masuk ke dermaga I,” ucap Hariyanto.

Baca juga: Ketahuan Tak Pasang Lashing, KMP Windu Karsa Pratama Kena Sanksi Korektif dari BPTD

Ketua Gapasdap Merak Togar Napitupulu saat diminta tanggapannya dengan singkat mengatakan, pihaknya juga sudah merapatkan untuk perberlakuan sanksi jika ada anggotanya yang melanggar.

“Sudah kita rapatkan di Gapasdap untuk pemberlakuan sanksi,” terang Togar.

Sementara Pengamat Kemaritiman yang juga mantan anggota DPRD Cilegon Iqbal mengapresiasi sikap tegas yang dilakukan BPTD Banten. Dikatakannya, ini bukti bahwa apa yang dikeluarkan pemerintah salah satunya Peraturan Menteri (PM) No 30/2016 harus benar diberlakukan dan dijalankan.

“Saya apresiasi langkah tegas penegakan aturan oleh BPTD Banten, namun seharusnya BPTD juga harus lebih peka dengan hal-hal lain yang menjadi ranah kewenangan mereka. Misal soal dugaan cash back dan soal dugaan tiket mutar, serta masih banyak permasalahan lainnya yang juga harus diseriusi oleh BPTD Banten,” tegasnya.

Untuk diketahui, hasil investigasi wartawan Tribunpos.com di kapal KMP Wira Kencana pada Jumat (13/09/19) dini hari. Pukul 00:16 Wib Kapal bertolak dari dermaga I pelabuhan penyeberangan Merak menuju Bakauheni.

Setelah satu jam perjalanan dari lepas sandar, tim investigasi Tribunpos.com mulai melakukan investigasinya ke deck bawah dan menemukan bahwa kapal ini mengabaikan PM 30 tahun 2016 tentang kewajiban pengikatan kendaraan pada kapal angkutan penyeberangan. (*/Red)

Wartawan: Badiamin Sinaga
Editor: Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed