oleh

Kekurangan Armada Pengangkut, Sampah di Pasar Cikande ‘Menggunung’

SERANG, Tribunpos.com | Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Pasar Cikande, Desa Banjarsari, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, terlihat menggunung dalam satu bulan terakhir.

Pantauan Tribunpos.com di lokasi, tumpukan sampah di TPS Pasar Cikande yang menimbulkan aroma tidak sedap itu sangat mengganggu aktifitas warga sekitar dan para pedagang. Bahkan, sampah yang menggunung tersebut berserakan ke badan jalan mengganggu pengguna jalan yang melintas.

Salah seorang pedagang Pasar Cikande, Anwar mengatakan beberapa bulan ini sampah yang menumpuk di TPS Pasar Cikande tidak pernah diangkut untuk dibuang ke TPA.

“Sudah beberapa bulan ini sampah menumpuk di TPS, seakan tidak ada perhatian lebih dari pihak terkait, padahal kami sudah bayar uang sampah 2 kali seminggu,” katanya kepada Tribunpos.com, Senin (8/4/2019).

Ditempat yang sama, Rani, salah seorang pengunjung juga mengeluhkan kumuhnya Pasar Cikande, terlebih ditambah dengan aroma tak sedap yang ditimbulkan oleh tumpukan sampah. Melihat kondisi tersebut, Rani mengungkapkan seolah tidak ada perhatian dari pemerintah setempat.

“Inikan pasar Pemda Cikande, tapi kenapa sangat kumuh sekali. Ditambah adanya tumpukan sampah di TPS yang menimbulkan aroma yang sangat menyengat, apalagi saat musim hujan,” ungkapnya.

Ditempat berbeda, Mantri Pasar Cikande, Hamid terkait dengan tumpukan sampah tersebut mengatakan, pihaknya hanya berwenang membersihkan sampah yang berada di TPS Pemda saja. Ia juga berkilah, minimnya armada pengangkut sampah menjadi kendala terjadinya penumpukan sampah di Pasar Cikande.

“Saya yakin sampah yang menumpuk di area TPS bukan hanya sampah dari Pasar Cikande saja, karena tidak mungkin sebanyak itu. Selain itu, minimnya armada pengangkut sampah juga menjadi salah satu penyebab penumpukan sampah, adapun sampah yang menumpuk selain di TPS Pasar Cikande bukan kewenangan kami, melainkan dari pihak Desa Cikande, tanyakan langsung saja sama pihak Desa Cikande,” kilahnya.

Sementara itu, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Yadi, yang ditemui di Kantor Desa menjelaskan, kekurangan armada pengangkut sampah menjadi faktor utama penumpukan sampah di TPS Pasar Cikande.

“Penumpukan sampah terjadi karena kurangnya armada pengangkutan sampah, itu yang menjadi kendala menumpuknya sampah di area TPS pasar,” jelasnya.

Senada, Sekretaris Desa Cikande, Andi, membenarkan faktor penumpukan sampah di TPS Pasar Cikande disebabkan kurangnya armada pengangkut sampah.

“Penumpukan sampah terjadi karena kurangnya armada pengangkut yang ada,” ujar Andi.

Saat dikonfirmasi terkait permasalahan sampah yang menumpuk di Pasar Cikande, Ade, salah seorang petugas Polisi Pamong Praja Kecamatan Cikande mengatakan pada awak media, pihak kebersihan sudah melaksanakan tugas sesuai dengan peraturan daerah (Perda) yang berlaku untuk pengangkutan sampah disetiap pasar.

“Kami sudah menjalankan sesuai dengan Perda yang ada, satu minggu 4 kali untuk pengangkutan sampah di TPS pasar PEMDA, dan 2 kali pengangkutan untuk TPS pasar Ciherang,” jelasnya.

“Bagaimana tidak akan menumpuk, jumlah sampah yang diproduksi pasar melebihi kapasitas angkut armada yang kami miliki, terlebih ditambah adanya bangunan liar yang berdiri sepanjang jalur PU, tidak menutup kemungkinan menambah produktifitas sampah yang ada,” pungkasnya. (**)

Penulis : Agung Pambudi
Editor : Muttakin


Komentar

News Feed