oleh

Kegiatan Proyek di SMK 05 Bengkulu Selatan Diduga Banyak Kongkalikong

TRIBUNPOS BENGKULU SELATAN – Proyek pembangunan gedung RPS Teknis Audio Vidio (TAV) dan Teknik Sepeda Motor dengan Nilai Rp. 918 juta, dan pembangunan gedung praktek Teknik Vidio Audio dengan Nilai Rp. 918 juta di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu di duga banyak kejanggalan.

Di mana panitia pembangunan belum mendapatkan SK panitia dan uang honornya. Padahal pekerjaan sudah selesai dan uangnya sudah cair, terang salah satu Narasumber yang tidak mau disebutkan namanya, alasan tidak enak dengan kepala sekolah. Rabu (13/01/2021).


Lebih lanjut Narasumber menjelaskan, kata dia,” bukan ini aja, banyak yang di tutupi kepala sekolah, seperti Pengadaan Laptop dan Ipad kami, sama sekali tidak pernah di beritahu tentang kegiatan ini, berapa dan di mana barangnya, serta hasil panen sawit yang di kelola pihak sekolah berapa banyak hasilnya, itu juga kepala sekolah tidak pernah memberitahu. Lebih kacau lagi bendahara Bos di SMK 05 diserahkan kepada guru Smk lain,” urainya.

 

Saat awak media tergabung dalam Sekber media online mengkonfirmasi dengan Iskandar sebagai kepala sekolah SMK 05 di ruangan kerjanya, dirinya menjelaskan. ” Memang belum di berikan honor yang di SK dan yang juga piket di kegiatan proyek tersebut.
Masalah Ipad jumlahnya 20 unit, untuk 5 unitnya tidak tahu di mana rimbanya, juga untuk pengadaan motor dinas provinsi, serta membenarkan bahwa memang benar bendahara BOS bukan dari SMK 05 tersebut melainkan di ambil dari SMK lain,” jelas Iskandar.

Hingga berita ini dipublikasikan dari media online metorotoday.com dan saat ini dipublikasika Tribun Pos Bengkulu Selatan berupaya untuk konfirmasi langsung dengan kepala sekolah SMK 05 namun belum juga bisa untuk ditemui.

Dari keterangan kepala sekolah SMK 05 Iskandar, kalau demikian dugaan dan kejanggalan dan penyimpangan yang terjadi di SMK 05 ini sudah sangat lama ini terjadi, maka dari itu sangat di harap kan pihak – pihak yang terkait untuk menelusuri, kebenaran dugaan penyimpangan kegiatan itu.

Wartawan : Hamdani

Komentar

Headline