oleh

Kasihan, Korban Kebakaran Tanjung Laut Belum Dapat Bantuan Pemkab Ogan Ilir

Ilustrasi kebakaran. (Istimewa)
Laporan Wartawan : Sandi Pusaka Herman / Tanjung Laut, Ogan Ilir

TRIBUNPOS.COM, TANJUNG BATU — Korban kebakaran di Desa Tanjung Laut, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan pada Kamis (14/6/18) sehari menjelang lebaran Idul Fitri 1439 H, hingga Minggu (17/6/18) kemarin belum mendapat bantuan sama sekali dari pemerintah.

Hal ini diakui Marjan (48) korban yang rumahnya terbakar. Diungkapkan Marjan, sampai saat ini pemerintah maupun pihak terkait belum ada yang menyampaikan bantuan kepadanya. Namun ia berharap agar secepatnya ada perhatian dari Pemkab Ogan Ilir untuk dapat meringankan beban musibah yang menimpahnya tersebut.

“Sampai saat ini belum ada sama sekali bantuan yang kami terima dari Pemkab Ogan Ilir atau sebagainya. Setidaknya untuk mengurangi beban kami saat ini saja, apalagi kejadian kebakaran ini terjadi sehari sebelum lebaran, sehingga kami sekeluarga tak bisa berlebaran,” kata Marjan kepada Tribunpos.com kemarin.

Baca Juga: Duka Jelang Lebaran, Satu Rumah di Desa Tanjung Laut Terbakar, Satu Keluarga Tak Bisa Berlebaran

Perlu diketahui dalam musibah tersebut, api menghanguskan rumah yang dihuni Marjan dan keluarga. Marjan harus rela dan hanya dapat meratapi rumahnya yang telah dilahap si jago merah.

Dia mengisahkan, saat kejadian dirinya sedang di masjid, namun istrinya yang berada di rumah.

Diceritakannya, peristiwa naas tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 Wib saat istrinya sedang menerima tamu yang datang. Selang tak begitu lama, api sudah berkobar besar melahap bagian dapur rumah miliknya.

“Api awalnyo datang dari dapur, pertamo kali yang terbakar dinding papan, terus merayap ke atap daun rumbia, api begitu cepat melompat ke atap,” terangnya.

Kobaran api yang besar membuat seketika rumah bagian dapur Marjan habis terbakar. Untung dibantu warga setempat api cepat dipadamkan dan tak sampai melahap bagian rumah lainnya.

Kini senyuman pahit terlihat dari wajah bapak berbadan kurus ini. Bagaimana tidak, yang lain bersuka ria berlebaran, sedangkan ia bersama keluarganya hanya bisa bersedih meratapi rumahnya yang terbakar. Pakaian dan perabotannya pun habis dilalap si jago merah.

“Habis sudah barang barang saya, besok kami sekeluarga tak bisa berlebaran,” tuturnya sedih.

Meski tidak ada korban jiwa, akibat kebakaran tersebut diperkirakan kerugian pemilik rumah mencapai belasan juta. (Tribun Desa)

Editor : Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed