oleh

Kapolrestabes Medan Kecam Aksi Penganiayaan Oleh Oknum Polisi

TRIBUNPOS DELI SERDANG, SUMUT | Terkait maraknya pemberitaan di media mengenai kasus penganiayaan oleh oknum anggota kepolisian Polsek Percut Sei Tuan terhadap seorang saksi kasus pembunuhan, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko, turun langsung ke Polsek Percut Sei Tuan untuk menyikapi kasus penganiayaan tersebut, Rabu (08/07/2020) pukul 11.00 WIB.

Sarpan (57), warga Jalan Sidomulyo Gang Seriti, Dusun XIII, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara yang menjadi korban penganiayaan tersebut telah melaporkan kasus ini dalam Laporan Nomor STTP 1643/K/VISI/Yan2.5/2020/SPKT Polrestabes Medan sesuai dengan Pasal 170 KUHP j.o. Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.

Menanggapi pemberitaan tersebut, Polresta Medan akan memproses kasus ini dengan melakukan penyelidikan. “Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Otniel Siahaan S.I.K., dan Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan akan dibebastugaskan, serta beberapa orang anggota penyidik yang berkaitan dengan kejadian ini akan diperiksa,” terang Kombes Pol Riko Sunarko kepada awak media.

Tindakan ini dilakukan sebagai bukti bahwa Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko serius menyikapi kasus ini, hingga akan melakukan tindak lanjut terhadap laporan korban.

Adapun kronologi dari kasus penganiayaan ini dimulai ketika Sarpan ditetapkan sebagai saksi dalam kasus pembunuhan yang dilakukan oleh pelaku berinisial A (27), yang merupakan anak dari pemilik rumah yang beralamat di Jalan Sidumulyo Gang Gelatik, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara, terhadap korban bernama Dodi Somanto (41) yang dibunuh dengan cara mencangkul kepala korban hingga tewas.

Namun, bukannya dimintai keterangan dengan baik sebagai saksi, Sarpan malah ditahan di Polsek Percut Sei selama 5 hari, dan parahnya ia diperlakukan dengan keji seperti disiksa dan disetrum. Dalam pengakuannya, Sarpan dimasukkan ke kamar mandi yang ada di ruang tahanan. “Saya disuruh jongkok dengan kedua lutut belakang dikasih balok. Setelah saya jongkok, ada yang menutup mata saya pakai lakban. Lalu, dada dan kepala saya diinjak dan dibogemi di kamar mandi,” ungkap Sarpan saat dimintai keterangan.

Sarpan (57), korban penganiayaan oleh oknum kepolisian. Foto: Trivan Butar-Butar

Hingga akhirnya Sarpan dibebaskan setelah keluarga dan masyarakat melakukan demonstrasi pembebasan Sarpan di depan Polsek Percut Sei, Senin (06/07/2020). Dalam demonstrasi tersebut, keluarga dan masyarakat menuntut pembebasan Sarpan dan meminta Kapolri dan Kapolda Sumatera Utara untuk menindak tegas oknum anggota kepolisian yang melakukan penganiayaan tersebut. (Red-TP)

Wartawan: Trivan Butar-Butar

Editor: Beby Putri Akbar

Komentar

News Feed