oleh

Kades Madang : Sekabupaten Musi Rawas Galian C Itu Tidak Memiliki Izin

 TRIBUNPOS MUSIRAWAS , SUMSEL – Terkait Galian C penyedot pasir tepat di Desa Madang dan Sukarami Kecamatan sumberharta, Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan yang diduga tak kantongi izin (ilegal) seperti yang telah dipublikasikan belum lama ini beberapa pihak memberikan keterangan.

Dalam hal ini kades Desa Madang, Indra Gunawan menjelasakan melalui ponselnya ,”Kalau Galian C penyedot pasir yang memakai mesin dong feng itu kurasa sekabupaten Musi Rawas ini tidak memiliki izin, kata dia”.

Lanjutnya ” Kalau yang ada di desa saya ini memang ada 3 titik penyedot pasir dan semua itu milik warga, dan kalau memang ada intruksi dari atas tutup, maka silahkan tutup, karena kami dari pihak desa tidak pernah membuat Perdes, karena takut setor – setor, jadi masyarakat keberatan”.

“Dan galian C tersebut paling dalam satu hari itu keluar hanya 2 mobil, jadi instruksi waktu pertambangan belum di balik ke provinsi itu belum layak di keluarkan izin itu waktu dulu,” bebernya.

Sebelumnya dikonfirmasi camat kecamatan sumberharta, Dodi Juga membenarkan bahwa galian C di Desa Madang memang ada 3 titik dan tidak memiliki izin.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Musi Rawas, Teddy Lazuardi menjelaskan,”kalau mengenai izin pertambangan ataupun penyedot pasir itu yang berhak mengeluarkan izin itu dari Provinsi”.

Ditegaskannya,”untuk proses perizinan galian C (bahan galian mineral non logam) adalah kewenangan Provinsi, sebagai salah satu syaratnya adalah izin Lingkungan dan sampai saat ini belum ada pengajuan izin Lingkungan untuk lokasi dimaksud, untuk prosedur pengajuan sebelumnya Pihak Perusahaan terlebih dahulu mengajukan Izin Eksplorasi ke Distamben Prov/DPMPTSP Provinsi, setelahnya baru mengajukan permohonan Pengajuan Proses Kelengkapan Izin Lingkungan Berupa Dokumen UKL UPL,” kata dia melalui Whatsappnya (10/ 8/2020).

“Kami DLH sementara ini akan melihat terlebih dahulu kerusakan seperti apa yang dimaksud, dan untuk mengetahui adanya pencemaran lingkungan diperlukan pengujian potensi kerusakan. Kalau untuk penjelasan lebih lanjut dapat berkomunikasi dengan DLH Kabupaten Musi Rawas cq Bidang PPKLH”. Tulisnya melalui akun WhatsApp-nya.

Wartawan : Andika Saputra

Editor         : Indra Darmawan

Komentar

News Feed