oleh

Jemaah Haji Sumsel Mulai Berangkat ke Mekkah, Ambil Miqat di Bir Ali

Laporan Berita Haji, KH Amiruddin Nahrawi dari Madinah, Arab Saudi

MADINAH, Tribunpos.com | Memasuki hari ke 10, jemaah haji asal Sumsel mulai diberangkatkan ke Mekkah dari Madinah pada Minggu (28/7/19) waktu setempat. Di tengah perjalanan, tidak lupa jemaah mampir di Masjid Bir Ali untuk mengambil Miqat (niat umrah dan berihram).

Tribunpos.com melalui kontributor berita, KH Amiruddin Nahrawi yang berada di Madinah melaporkan, di perbatasan Tanah Haram, tepatnya 11 kilometer dari Masjid Nabawi, Kota Madinah, Arab Saudi, ada tempat cantik bernama Masjid Bir Ali. Di sinilah tempat miqat (berpakaian ihram) bagi jemaah calon haji Sumsel yang ingin memasuki Masjidil Haram, Mekah.

Menurut keterangan KH Amiruddin Nahrawi selaku staf khusus gubernur sumsel bidang hubungan antar agama menyampaikan, dahulu di zaman Rasulullah SAW, lembah itu disebut Lembah Aqiq.

Lokasi masjid tempat mengambil miqat ini agak turun ke bawah, menuju lembah yang menghijau. Di belakangnya sebuah bukit berbatu cadas menjadi pemandangan lain yang juga menakjubkan mata. Bangunan Masjid Bir Ali seperti bangunan kotak, sang arsitek Abdul Wahid El Wakil terinspirasi oleh masyarakat di sekitar lembah ini dalam rancangannya.

Masjid Bir Ali dikenal dengan banyak nama. Disebut Bir Ali (bir berarti kata jamak untuk sumur). Sebab, pada zaman dahulu Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA menggali banyak sumur di tempat ini. Sekarang, bekas sumur-sumur buatan Sayyidina Ali bin Abi Thalib tidak tampak lagi.

KH Amiruddin Nahrawi menambahkan, masjid ini juga dikenal dengan sebutan Masjid Syajarah (yang berarti pohon), karena sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, masjid yang cantik ini dibangun di tempat Nabi Muhammad SAW pernah berteduh di bawah sebuah pohon (sejenis akasia). Kemudian, beberapa orang mungkin juga menyebut masjid ini dengan sebutan Masjid Dzul Hulaifah, karena letaknya berada di Distrik Dzul Hulaifah.

Jarak dari Masjid Bir Ali ke Kota Mekah sebenarnya masih cukup jauh. Perlu waktu 4 sampai 6 jam naik bus untuk tiba di Mekah karena jaraknya masih lebih kurang 450 km.

Sebagaimana disyariatkan, ada 3 hal yang harus diamalkan saat mengambil miqat, termasuk miqat di Bir Ali ini, yaitu: Pertama, mandi sunah ihram dan memakai pakaian ihram. Kedua, salat sunah ihram 2 rakaat. Ketiga, berniat ihram serta bertalbiyah.

Uniknya Bir Ali

Karena banyaknya anggota jemaah haji yang mandi di Bir Ali sebelum memakai pakaian ihram, maka masjid cantik ini dilengkapi dengan 512 toilet dan 566 kamar mandi. Beberapa di antaranya dikhususkan untuk para jamaah haji yang memiliki kekurangan fisik (cacat tubuh).

Seluruh bagian masjid mulai dari daun pintu, karpet, hingga toilet dan kamar mandi berbau wangi. Ada banyak petugas kebersihan di sini.

Menurut sejarahnya, Masjid Bir Ali mengalami beberapa kali renovasi. Dimulai pada masa pemerintahan Gubernur Madinah Umar bin Abdul Aziz (87-93 Hijriyah), kemudian oleh Zaini Zainuddin Al Istidar pada tahun 861 Hijriyah (1456 Masehi), lalu pada zaman Dinasti Usmaniah dari Turki dengan dibantu seorang muslim dari India pada tahun 1090 Hijriyah (1679 Masehi), hingga terakhir oleh Raja Abdul Aziz yang memerintah Kerajaan Saudi Arabia dari tahun 1981 sampai 2005.

Masjid yang semula kecil dan sederhana kini menjelma menjadi bangunan indah. Keseluruhan areal Masjid Bir Ali luasnya sekitar 9.000 meter persegi yang terdiri dari 26.000 meter persegi bangunan masjid, dan 34.000 taman, lapangan parkir, dan paviliun. (*/Red)

Editor: Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed