oleh

Hasil Panen Padi Petani di Yudha Karya Jitu Belum Memuaskan

TRIBUNPOS TULANG BAWANG , LAMPUNG – Berbagai faktor yang mempengaruhi tingkat menurunnya hasil panen antara lain varietas padi, alat dan cara panen yang menentukan besar kecilnya kehilangan hasil panen, perilaku petani, umur panen, alat perontok, lokasi dan musim.

kemungkinan disebabkan oleh faktor-faktor antara lain teknologi belum sesuai baik secara teknis, ekonomis maupun sosial budaya lokal yang kondisinya beragam di tiap wilayah, dan tidak ada insentif harga produk seperti gabah atau beras yang mutunya lebih baik sehingga petani mengabaikan cara penanganan padi yang baik dan benar.


Adalah hasil panen para petani di Kampung Yudha Karya Jitu, Kecamatan Rawajitu Selatan, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung masih belum maksimal. Musim kemarau salah satu yang menyebabkan terjadinya penurunan debit sejumlah mata air, menjadi faktor utama turunnya produktivitas padi persatuan luas serta teknologi dan budaya lokal yang ada.

” Entahlah pak, saya juga kurang paham apa penyebabnya hingga hasil panen padi kami tidak mampu mencapai diatas 7 ton perhektar tanam. Kalau dilihat dari faktornya tanahnya bagus kok..!”, ungkap Pak Slamet warga petani setempat pada wartawan saat disambangi di areal persawahannya, Rabu (02/09/20).

Slamet mengatakan, dalam satu hektare areal pertanian, bahkan ada yang panen dibawah 5 ton. Dia mengakui, meskipun ada irigasi, air yang mengairi sawah mereka bersumber dari air kanal yang berasal dari Sungai Tulang Bawang yang bermuara dari laut Jawa. Artinya pengairan yang ada jenis air asin dan sangat bergantung pada curah hujan.

Demikian juga disampaikan Pak Yanto, kata dia hasil panen padi belum memuaskan, beda jauh dengan hasil panen kawan-kawan di Belitang sana. “Semoga kedepan ada solusi yang terbaik dari pemerintah, dalam hal ini Dinas Pertanian untuk membantu meningkatkan hasil panen kami,” tandasnya.

Wartawan : Harmedi

Editor         : Indra Darmawan

Komentar

Headline