oleh

Hari ke-3 di Madinah, KH Amiruddin Nahrawi Bersama Rombongan Sumsel Ziarah ke Masjid Kuba hingga Bukit Uhud

Laporan Berita Haji, KH Amiruddin Nahrawi, Madinah, Arab Saudi

MADINAH, Tribunpos.com | Memasuki hari ketiga di Madinah, disamping terus menjalani ibadah Arbain, rombongan Jemaah Calon Haji asal Sumsel juga berkesempatan ziarah ke Masjid Kuba, Bukit Uhud dan Kebun Kurma Rosul.


Seperti disampaikan oleh Staf Khusus Gubernur Bidang Keagamaan yang juga sebagai ketua Tim Pendamping Haji Daerah (TPHD), KH Amiruddin Nahrawi. Ia mengatakan, seluruh Jemaah Calon Haji Sumsel, satu kloter yang dibawa-nya berada dalam keadaan sehat wal afiat.

Ahad siang (21/07/2019) waktu setempat rombongan Jemaah Calon Haji berkesempatan berziarah di Masjid Kuba yang dilanjutkan ke Bukit Uhud.

“Keberangkatan menuju tempat ziarah bersejarah yang dikunjungi rombongan Jemaah Calon Haji Sumsel, yang tergabung dalam KBIH Ar-Rahmah, pimpinan H Ismail Umar dan sebagai pembimbing Haji KH Zainal Umari serta H Lukman, ialah di Masjid Kuba (Masjid pertama yang dibangun oleh Nabi Muhammad),” ujar Cak Amir sapaan akrab KH Amiruddin Nahrawi.

Di lokasi yang sama Jemaah Calon Haji Sumsel juga berkunjung ke Kebun Kurma Rasul yang berada di halaman Masjid Kuba.

Tak selesai disitu, seperti dijelaskan Staf Khusus Gubernur Bidang Keagamaan ini, rombongan juga berkesempatan mengunjungi Bukit Uhud atau Jabal Uhud yakni bukit yang dijanjikan di surga.

Seperti diketahui, Bukit Uhud atau Jabal Uhud adalah sebuah bukit berjarak 5 kilometer dari utara Kota Madinah dengan ketinggian sekitar 1.077 meter, selalu dikenang oleh umat Islam karena di lembah gunung ini pernah terjadi peperangan besar antara pejuang Islam dan kaum kafir Quraisy pada 15 Syawal 3 Hijriyah (Maret 625 Masehi) yang menyebabkan 70 pejuang Islam mati syahid.

Menurut keterangan yang diperoleh, dari ke-70 syuhada yang gugur dalam peperangan tersebut, diantaranya paman Nabi, Hamzah bin Abdul Muththalib, yang digelari AsaDullah wa Asadur Rasul (Singa Allah dan Rasul-Nya), Mush’ab bin Umair, dan Abdullah bin Jahsyin.

Dan yang lebih ironisnya, ketika Hamzah meninggal, hatinya dimakan mentah-mentah oleh Hindun binti Utbah sebagai reaksi kebenciannya terhadap Nabi Muhammad.

Meskipun pada akhirnya, sosok pemakan hati paman nabi tersebut bertaubat dan menjadi wanita muslimah yang mulia dan menjadi pembela agama Allah swt.

Para syuhada itu dimakamkan di tempat mereka gugur, di sekitar Gunung Uhud. Nabi Muhammad SAW sendiri dalam peperangan tersebut mendapat luka-luka. Dan sahabat-sahabatnya yang menjadi perisai untuk rosul gugur karena badannya dipenuhi anak panah.

Dari perjalanan ziarah di hari ketiga ini, KH Amiruddin Nahrawi berpendapat, rombongan Jemaah Calon Haji Sumsel memperoleh suatu pelajaran bahwasannya, Nabi Muhammad dalam menegakkan Agama Allah melalui perjuangan yang sangat besar.

“Tentunya kita sebagai generasi pewaris dan penerus agama Islam, sejarah ini perlu kita bagikan kepada seluruh rakyat Sumatera Selatan, agar mereka yang telah memeluk Islam dapat mengimani agamanya, serta selalu Taqwa kepada Allah dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya,” ungkapnya.

“Hingga saat ini Jemaah Calon Haji Sumsel berada dalam keadaan baik dan dapat menjalankan ibadah rukun haji di tanah suci,” pungkasnya. (Red)

Editor: Sandi Pusaka Herman

Komentar

Headline