oleh

Gubernur Banten Siap Dikritik Wartawan, Tapi Jangan yang Provokatif

SERANG, Tribunpos.com | Gubernur Banten Wahidin Halim membuat sebuah pernyataan siap dan terbuka dikritik wartawan. Tapi kritikan yang membangun, bukan yang provokatif.

Bahkan dia mengatakan pers harus tetap kritis untuk mengawal pembangunan di Banten.

“Saya siap dikritik, asal jangan yang provokatif,” kata Wahidin Halim dalam sambutannya pada pelantikan pengurus PWI Banten periode 2019-2024, Senin (13/2019) di Pendopo Gubernuran Banten Jalan Syech Nawawi Al-Bantani, Sukajaya, Curug.

Wahidin berharap kerjasama selama ini dengan rekan-rekan pers juga mesti ditingkatkan. “Saya minta sama teman-teman media untuk saling membagun Banten bersama -sama,” ucapnya.

Hadir dalam acara pelantikan tersebut, ketua PWI Pusat Atal S. Depari, Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir, Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi, Kasrem 064/MY dan sejumlah undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panitia Pelantikan Ahmad Fauzi Chan menyampaikan, dalam pelantikan yang dihadiri langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat, juga dilaksanakan agenda talkshow bersama Gubernur Banten Wahidin Halim yang mengangkat tema ‘Pemberantasan Korupsi di Banten’.

“Agenda hari ini tidak hanya pelantikan saja, ada juga talkshow dan karena momentnya ramadhan, kita sambung dengan acara buka puasa bersama gubernur,” jelasnya sesaat sebelum dimulainya acara.

Ia menambahkan, untuk agenda talkshow ada beberapa narasumber yang disiapkan diantaranya perwakilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan ICW.

Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua Dewan Kehormatan PWI Banten Periode 2015/2020, H Agus Sandjadirja mewakili Ketua Demisioner Firdaus yang berhalangan hadiri mengatakan, meski seharusnya masa jabatannya di PWI Banten baru habis pada tahun 2020, pemilihan Ketua baru PWI Banten dan pengurus harus dilakukan.

“Seharusnya berakhir di 2020, namun karena pada Kongres PWI ke-4 di Solo terpilih Ketua PWI Pusat Atal S. Depari, otomatis pengurus dan anggota PWI Banten yang satu gerbong ikut masuk kedalam pengurus PWI Pusat diantaranya Firdaus selaku Ketua PWI Banten, dan Cahyono Adi selaku Sekretaris. Sehingga untuk mengisi kekosongan tersebut dan agar organisasi PWI di Banten berjalan maksimal, maka perlu dilakukan pemilihan ketua dan pengurus baru,” ujarnya.

Agus juga mengapresiasi kinerja Gubernur Banten Wahidin Halim yang mau memperbaiki Kawasan Banten Lama.

“Baru kali ini di zamannya Pak Wahidin Halim, situs Banten Lama diperbaiki dan direnovasi. Sehingga Banten Lama yang dulu kumuh sekarang bisa kita lihat pesona dan keindahannya. Ini merupakan salah satu wujud bahwasannya Pemprov Banten benar-benar melaksanakan kegiatan dan menggunakan anggaran pembangunan dengan sangat baik dan luar biasa. Tidak hanya besar dianggaran namun bukti fisiknya tidak ada. Jadi ini merupakan bentuk konkrit Gubernur Banten dalam pemberantasan korupsi,” paparnya.

Untuk itu dirinya berpesan kepada seluruh wartawan yang hadir, agar bisa mengoptimalkan fungsi pembangunan yang sudah dilaksanakan oleh Pemprov Banten dengan sering mengangkat berita tentang keberadaan Banten Lama agar semakin dikenal dunia.

Sementara ketua PWI Banten terpilih periode 2019/2024 Rian Nopandra mengingatkan rekan-rekan wartawan, agar terus mengawal komitmen dari pemerintah daerah terhadap kebijakan-kebijakan dan arah pembangunan serta dalam rangka pemberantasan korupsi di Banten.

“Kami berharap, sinergitas yang sudah terjalin dengan pemerintah Provinsi Banten, Forkopimda, dan OPD dapat terus ditingkatkan, sehingga Banten bisa terus maju dan semakin berkembang,” tandasnya. (Red)

Wartawan: Badiaman Sinaga
Editor: Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed