oleh

Gaji Dipotong dan PHK Massal, Para Tenaga Medis RSU Herna Medan: Bapak Jokowi, Tolong Kami!

MEDAN, SUMUT | Seratus pekerja dan tenaga medis di RSU Herna Medan menggelar aksi unjuk rasa menuntut pemenuhan gaji yang dipotong dan PHK massal yang dilakukan oleh RSU Herna Medan terhadap puluhan pekerja, Jumat (10/07/20).

“Kita meminta pertolongan, kami ini karyawan RSU Herna sudah 57 orang yang di-PHK tanpa pemberitahuan,” ujar Rentauli Hutapea, seorang perawat RSU Herna Medan yang telah bekerja selama 30 tahun di rumah sakit tersebut.

Ia pun menambahkan, sebanyak 57 orang tersebut tidak diberi pesangon bahkan surat pemberhentian resmi dari pihak rumah sakit. “Pihak manajemen menyebutkan yang dirumahkan gaji nol persen, kami tidak tahu alasan dirumahkan, hanya diumumkan saja. Jadi saya minta agar nama-namanya jangan diumumkan, biarlah surat kami terima satu persatu,” ujar Rentauli.

Sambil menangis, ia juga mengungkapkan bahwa pihak manajemen rumah sakit tidak memberi kejelasan terhadap nasib pekerja yang dirumahkan hingga saat ini. “Sangat miris hati kami, begitu selesai rapat ada pemberitahuan dirumahkan dan sudah ada dipampang di posko belakang. Serempak semua menangis. Sedih, ya bagaimanalah perasaan ibu bapak dirumahkan mulai besok, miris hati kami. Kami bertanya kepada pihak manajemen tidak jelas sampai sekarang,” ungkapnya.

| Seratus pekerja di RSU Herna Medan menggelar aksi unjuk rasa menuntut pemenuhan gaji yang dipotong dan PHK massal yang dilakukan oleh RSU Herna Medan terhadap puluhan pekerja, Jumat (10/07/20). Foto: Sugianto

Selain itu memperjuangkan hak-hak pekerja yang mengalami PHK massal, mereka juga memperjuangkan hak pekerja yang masih bekerja namun mengalami pemotongan gaji hingga 50 persen. “Gaji karyawan yang kerja dipotong 50 persen, bahkan mulai dari bulan April terima gaji 50 persen, bulan Mei terima gaji 75 persen, bulan Juni kembali 50 persen. Padahal kami disuruh lockdown hanya seminggu, kami kerja 3 minggu tapi dibayar 50 persen,” beber Rentauli.

Ia juga menuturkan bahwa pihaknya sudah melaporkan hal ini kepada KUPT TK I Pengawasan Provinsi Sumatera Utara, bahkan meminta pertolongan kepada Presiden Jokowi dan Menteri Kesehatan untuk memperhatikan kesejahteraan para pekerja.

“Jadi sebenarnya kami sudah membuat pengaduan kepada UPT Tingkat I dan kami harap UPT segera merespon keluhan kami ini dan memberikan perhatian, supaya kami merasa aman dalam bekerja dan tidak diberlakukan sewenang-wenang,” pungkasnya. (Red-TP)

Wartawan: Sugianto

Editor: Beby Putri Akbar

Komentar

News Feed