oleh

Dzuhur Berjamaah di Dispora Sumsel, Ini Pesan KH Amiruddin Nahrawi

Laporan Wartawan Tribun Pos, Kaka Kartajasa, Palembang, Sumsel

PALEMBANG, Tribunpos.com | Salah satu agenda rutin Staf Khusus Gubernur Bidang Keagamaan untuk membentuk karakter dan akhlak para pejabat dan pegawai di lingkungan Pemerintahan Provinsi Sumsel, yakni dengan menggelar kegiatan keagamaan berupa ‘Dzuhur Berjamaah’ di kantor-kantor instansi pemerintahan dilanjutkan dengan kultum pencerahan.

Kali ini giliran kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sumsel, Kamis (11/07/2019) yang dikunjungi Program ‘Dzuhur Berjamaah’.

Acara tersebut dilaksanakan di aula utama lt. 3 Dispora Sumsel. Hadir Staf Khusus Gubernur Bidang Hubungan Antar Agama, Dr KH Amiruddin Nahrawi MPdI, Kepala Dispora Sumsel, Ahmad Yusuf dan Penceramah dari FKUU Sumsel, Dr H Muhammad Adil MA.

Dalam sambutannya, Ahmad Yusuf menyampaikan rasa gembira dan sangat antusias menyambut kedatangan FKUU Sumsel di kantor dinasnya. “Karena kami merasa acara ini sangatlah bermanfaat dan memberikan spirit dalam hal beribadah,” ucapnya.

“Tentunya melalui momen ini juga kami dapat menjalin silaturahmi bukan hanya sesama pegawai namun juga bersama ulama yang selalu menuntun kita dalam hal ibadah. Semoga acara ini terus berjalan dengan lancar dan tentunya semakin rutin dilaksanakan untuk mewujudkan visi Gubernur Sumsel maju dalam segala bidang,” sambungnya.

Disisi lain, Dr KH Amiruddin Nahrawi dalam sambutannya menyampaikan, “Yang namanya menjalin silaturahmi dengan ulama itu wajib hukumnya dalam aqidah kita, karena tanpa adanya bimbingan dari ulama, kita tidak bisa apa-apa dalam hal ibadah. Inilah kehadiran FKUU di lingkungan pemerintahan Sumsel, kami mencoba memberikan pencerahan, kesejukan dan kedamaian kepada masyarakat agar selalu istiqomah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya,” kata Cak Amir sapaan akrab KH Amiruddin Nahrawi.

Cak Amir menegaskan, “Kalian para pegawai ASN di lingkungan Pemprov Sumsel harus menjadi suri tauladan yang baik bagi ASN di daerah lainnya, bekerja lah dengan iklas serta sungguh-sunghuh dan bekerjalah karena Allah, karena disitu bernilai pahala dimata Allah SWT,” terangnya.

“Tentunya kita doakan semoga para pemimpin di Sumsel ini dijauhkan dari korupsi dan dimudahkan segala urusannya,” pungkas H Endeng sapaa laim KH Amiruddin Nahrawi.

Sementara itu, Dr H Muhammad Adil MA, dalam ceramahnya beliau menyampaikan, “Saat ini kita sama-sama melihat sebuah fenomena baru yang baru saja dikeluarkan oleh pemerintahan Provinsi Aceh, yaitu melegalkan poligami. Kita sebagai umat Islam Indonesia melihat konteks poligami itu bukan dari sisi sunnahnya saja, tapi lihatlah dari sisi yang lainnya juga,” katanya.

“Indonesia tidak bisa disamakan dengan negara Arab Saudi yang melegalkan poligami secara bebas. Keberislaman kita di Indonesia berbeda dengan keberislaman orang Arab Saudi. Jadi saya pesankan kepada hadirin disini jangan mudah terprovokasi atas aturan-aturan baru didaerah lain yang baru diresmikan, kita harus lebih bijak menyikapinya dan tetap taat terhadap undang-undang dasar kita,” terangnya.

Ia menambahkan, fenomena poligami saat ini memang menjadi perbincangan yang hangat, meskipun dalam Al-quran surat An-Nisa menjelaskan boleh menikahi maksimal 4 orang wanita, akan tetapi lanjutan ayatnya menjelaskan jika kamu takut tidak akan berlaku adil maka nikahilah seorang saja.

“Yang namanya adil soal perasaan itu pasti tidak akan pernah sama kedudukannya, karena itulah di Indonesia untuk berpoligami tidak semudah di Arab Saudi, di Indonesia harus melewati beberapa tahapan dan prosedural yang itu sulit didapatkan. Semoga kita semua tergolong manusia yang bijak dalam beragama dan dapat memahami ayat Al-quran itu sepenuhnya bukan sepotong-potong saja,” ungkapnya. (Red)

Editor: Sandi Pusaka Herman


Komentar

News Feed