oleh

Doa Bahasa Jawa yang Gemparkan Kerajaan Arab

TRIBUNPOS.COM | Dahulu di wilayah Arab dilanda kekeringan yang teramat panjang. Untuk mengatasi masalah ini, raja mengumpulkan dan membawa para ulama Makkah dan Madinah.

Mereka meminta dengan berdoa di depan Ka’bah agar segera diturunkan hujan, tapi hujan tidak juga turun.


Raja tiba-tiba teringat akan seorang ulama yang tidak diundang untuk berdoa. Ulama itu adalah Syekh Nawawi bin Umar Tanara al-Bantani al-Jawi.

Orangnya kecil pendek, dia ahli bahasa Arab dan memiliki karya lebih dari 40 judul, semuanya berbahasa Arab. Di depan Ka’bah ulama Banten tersebut berdoa :

“Ya Allah, sampun dangu mboten jawah, kawulo nyuwun jawah.”

(Ya Allah, sudah lama tidak hujan, saya minta hujan)

Seketika itu juga mendung datang dan kemudian hujan turun dengan lebat, semua yang menyaksikan kejadian itu pun heran.

Ada beberapa orang bertanya, bahasa apa yang telah digunakan syaikh Nawawi berdoa, karena mereka tidak pernah mendengar bahasa itu.

Dalam hal ini bisa diambil pelajaran adalah yang menentukan mujarabnya doa adalah kualitas individu seseorang, bukan bahasa yang digunakan. (Diambil dari beberapa sumber)

Penulis: Sandi Pusaka Herman

Komentar

Headline