oleh

Diduga Curi Ketebalan Proyek Rabat Beton, Inspektorat Diminta Tindak Tegas Desa Gembor

Laporan Wartawan Tribun pos.com, Serang, Lahudin

SERANG, Tribunpos.com | Menyikapi pemberitaan sebelumnya, terkait kegiatan rabat beton Desa Gembor diduga curi ketebalan, mendapat reaksi dari aktivis Serang Timur.

Deni, aktivis Serang Timur melalui telpon selluler, sangat menyayangkan sikap Pemerintah Desa Gembor yang diduga dengan sengaja melakukan pengurangan ketinggian beton.

“Saya kira itu sebuah kecurangan. Di Papan Informasi Proyek (PIP) tertera ketinggian beton mencapai 15 sentimeter, kenapa di lokasi kerjaannya dibangunkan kurang dari 15 sentimeter,” ungkapnya kepada Tribunpos.com, Rabu (26/12/2018).

Dijelaskan Deni, meskipun kegiatan rabat beton itu masih dalam tahap pekerjaan, indikasi mark-up yang diduga telah jelas nyata.

“Dari mana mark-up yang dilakukan? Ya dari rabat beton yang sudah digelar tersebut. Dari ketinggian 15 sentimeter, dilokasi hannya 12 sentimeter. Berarti 3 sentimeter yang diduga telah dicuri oleh TPK,” imbuhnya.

Baca juga : Proyek Rabat Beton Desa Gembor ‘Diduga’ Curi Kubikasi Ketebalan

Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk pemadatan seharusnya menggunakan material scroop dan bescose untuk kegiatan rabat beton. Namun apa yang dilakukan tim pelaksana proyek, menggunakan bahan riject yang bercampur bata merah.

“Gambar yang saya dapat, jelas itu bukan scroop, melainkan material riject seperti hancuran dinding rumah. Disitu jelas sudah mengurangi anggaran biaya,” jelasnya.

Deni mengharapkan kepada pihak Inspektorat agar lebih instens untuk melakukan pemeriksaan terhadap desa-desa yang diduga telah melakukan mark-up. Jangan sampai dengan lemahnya pengawasan, oknum pihak desa leluasa melakukan hal yang melanggar hukum.

“Seharusnya pihak Inspektorat lebih teliti dalam melakukan tugasnya. Walaupun itu dalam tahap pekerjaan, seharusnya dilakukan monitoring. Apabila terbukti melanggar hukum dan melakukan kecurangan, tindak tegas,” harapnya.

Diberitakan, kegiatan rabat beton dengan volume panjang 503 meter, lebar 3 meter dan ketinggian 15 sentimeter, yang berlokasi di Kampung Kibin, Desa Gembor, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, Banten, diduga kegiatannya mengurangi kubikasi ketebalan rigid beton.

Pantauan Tribunpos.com di lokasi, kegiatan dengan anggaran mencapai Rp 281.369.000 yang bersumber dari Dana Desa (DD) TA 2018 tersebut, ditemukannya ketebalan beton mulai dari 11 sentimeter hingga 14 sentimeter. Dimana untuk betonnya menggunakan K-250, serta pemadatan menggunakan scroop dan pasir urugan. (Red/Serang/Banten)

Editor : Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed