oleh

Diduga Abaikan Peraturan Mentri, KMP Amarisa Terancam Kena Sanksi Engker dari BPTD Wil VIII Banten

MERAK-TRIBUNPOS.COM | Terkait dugaan mengabaikan Peraturan Menteri (PM) No.30 Tahun 2016 yang dilakukan oleh KMP Amarisa, di bawah Pelayaran PT. STL (sinar timur line), Selasa malam  (18/02/20) lalu. Mendapat respon dari Kepala BPTD Wil VIII Banten melalui Kasie  Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Komersial dan Perintis (TSDP), Rendra Iman Prasetia, ST.

Kepada Tribunpos, Rendra mengaku akan berkoordinasi dengan Korsatpel untuk menjatuhkan sanksi kepada KMP Amarisa.


“Kami sudah tegur dan perintahkan juga ke petugas piket BPTD untuk selalu melakukan pengawasan dan memastikan setiap kapal saat berlayar Pasang Lashing sesuai ketentuan. Dan untuk kapal-kapal yang tidak melaksanakan lashing kami perintahkan diberikan sanksi bongkar engker di pelabuhan tujuan,” tegas Redra, Jumat (21-02-2020).

“Untuk sanksi kepada KMP Amarisa sedang kami kordinasikan dengan Korsatpel Merak dan Kepala BPTD,” imbuhnya.

Rendra juga meminta semua operator kapal di lintasan Merak-Bakauheni agar selalu menjaga fasilitas pelayanan kapal tetap memenuhi SPM (Standar Pelayanan Minimal) yang ditentukan, dan apabila terjadi pelanggaran atau kapal tidak memenuhi SPM maka akan di keluarkan dari jadwal operasi sampai SPM terpenuhi.

“Mematuhi jadwal dan pola operasi yang ditentukan dan apabila ada kapal-kapal yang terlambat sandar atau berangkat akan kami berikan sanksi berupa bongkar engker,” pungkasnya.

Sebelumnya, wartawan Tribunpos melakukan investigasi pada Selasa (18-02-2020) di pelayanan Dermaga 7 Pelabuhan Penyeberangan Merak, mendapati KMP Amarisa tidak pasang lashing kendaraan baris depan, tengah dan belakang. [RED]

Penulis: Badia Sinaga

Komentar

Headline