oleh

Dari Tanah Suci, KH Amiruddin Nahrawi Doakan Masyarakat Kampung Halaman Sumenep

MEKKAH, Tribunpos.com | Rangkaian ibadah haji telah berakhir. Rombongan jamaah haji satu persatu gelombang mulai kembali ke tanah air. Menjelang kepulangannya dari tanah suci, KH Amiruddin Nahrawi tidak lupa untuk mendoakan masyarakat kampung halamannya di Desa Brakas, Raas, Sumenep, Jawa Timur.

Sebagai tokoh masyarakat yang terkenal sukses diperantauan, KH Amiruddin Nahrawi yang juga selaku Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang Hubungan Antar Agama dan sebagai Tim Pendamping Haji Daerah (TPHD) mengatakan, keberadaannya di Tanah Suci dalam pelaksanaan ibadah haji sudah hampir selesai, oleh karena itu dirinya benar-benar memanfaatkan waktu yang tersisa untuk mendoakan para masyarakat di kampung halaman.


“Dalam doa yang saya panjatkan semoga masyarakat kampung halaman saya diberikan yang terbaik oleh Allah SWT, dan nantinya juga diberi kesempatan untuk menunaikan ibadah haji,” terang Bendahara Lembaga Dakwah PBNU pusat itu, kepada Tribunpos.com, Senin (19/08/19).

Dikatakan Cak Amir sapaan akrab KH Amiruddin Nahrawi, ia juga mendoakan masyarakat yang berasal dari kampung halamannya, yang saat ini sedang ada di perantauan.

“Perlu dijetahui bahwa orang-orang di kabupaten saya memang banyak yang merantau, tempat yang mereka tuju selain ke Sumatera ada yang di Bali, pulau Jawa, Kalimantan dan di seluruh wilayah Indonesia. Saya doakan semoga mereka yang sedang ada di perantauan diberi kesuksesan serta diberikan berkah dan ridho oleh Allah SWT,” ungkapnya.

“Selain itu saya juga tidak lupa untuk selalu mendoakan guru saya KH Rasyid Noor, para Asatidz Asatidzah, Camat, Kapolsek serta Danramil di lingkungan Kecamatan Raas, semoga Allah SWT selalu memberikan limpahan nikmat serta barakah dan dipermudah segala urusannya,” tambah Cak Amir.

Dia menjelaskan, bahwa tradisi mengirim doa yang dirinya lakukan itu sudah menjadi kebiasaan. Apalagi di tempat yang suci dan mulia ini.

“Tentu kita harus banyak-banyak berdoa dan mengirim doa untuk orang-orang di sekitar kita. Alangkah sangat ruginya kita jika melewatkan waktu tanpa ada manfaat sedikitpun ketika di Tanah Suci ini.” tutupnya. (*/Red)

Editor: Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed