oleh

Dapil 5 Memanas, Golkar – PDIP Bakal Rebut 2 Kursi Empuk Dewan, Ini Analisa Politiknya

Ilustrasi rebutan kursi
Laporan Wartawan : Kaka Kertapati / Tanjung Batu, Ogan Ilir

TRIBUNPOS.COM, TANJUNG BATU — Aroma persaingan politik para bakal calon legislatif (bacaleg) DPRD Ogan Ilir menjelang Pemilu 2019 terasa kian memanas. Sejumlah partai politik (parpol) mulai mempersiapkan figur kuat untuk bersaing meraih kursi empuk parlemen di Tanjung Senai mendatang.

Dari daftar bacaleg sementara yang berhasil Tribunpos.com himpun di daerah pemilihan (dapil) 5, berpeluang besar bakal terjadi perang bintang. Selain didominasi 7 bacaleg incumbent (Huzaimi MD, Sonedi Ariansyah, Yusron Rivai, Arhandi TB, Arif Pahlevi, Dedi Damhudi dan Marzuki A Karim), parpol juga menyiapkan figur baru yang memiliki nama dan modal yang besar.

Salah satunya Partai Golongan Karya (Golkar), yang cukup serius menyiapkan bacalegnya. Di dapil 5 yang meliputi wilayah Kecamatan Tanjung Batu dan Payaraman, partai pimpinan Endang PU Ishak (Ketua DPD II Ogan Ilir) tersebut di antaranya menyiapkan bacaleg seorang tokoh yang mantan pejabat tersohor dua dekade, Kosasi (Tanjung Batu) dan saudagar kaya asal Desa Senuro yang juga mantan PNS sengaja pensiun dini, Ayub Paisal.

Dua nama yang dipasang Golkar ini dinilai sebagai petarung politik kuat, ditaksir bakal mampu mengondol minimal 1 kursi dewan. Namun bukan tak menutup kemungkinan bisa sampai 2 kursi.

Mengingat Kosasi mempunyai konstituen pendukung setia istrinya Sundari (mantan anggota DPRD OKI dan OI). Ia dinilai bakal menyerok suara penuh dari daerah basisnya Kelurahan Tanjung Batu, sebagian Tanjung Atap, Kelurahan Payaraman dan sebagian lagi Desa Tebedak.

Sedangkan Ayub Paisal, pria berlatar belakang saudagar kaya dan kontraktor ini ditopang oleh kekuatan sumber pendanaannya yang kuat, dianalisa bakal mendulang suara besar terutama dari basis desa asalnya Senuro, ditambah sebagian dari Desa Sentul dan Pajar Bulan. Bahkan bukan tidak bisa juga meraup suara dari luar tiga desa tersebut, dengan pengaruh uangnya tadi.

Ilustrasi

Persaingan ketat bahkan terjadi di internal Partai Banteng PDI Perjuangan. Partai pimpinan Wahyudi Maruwan (Ketua DPC) itu, di Dapil 5 di antaranya menyiapkan pengusaha dan juga tokoh masyarakat di Kecamatan Payaraman, Kunyadi Hasan Zen.

Kunyadi dikenal punya basis kuat dari kalangan komunitas klub motor, dibuktikan dengan ia mampu mengadakan gelaran lomba grestrek open motorcross tingkat kabupaten tahun kedua di kecamatan tempat tinggalnya. Selain itu Kunyadi juga dikenal orang yang peduli atas banyak keluhan dan kesusahan masyarakat.

Sikap peduli dan dekat dengan berbagai lapisan ini bisa menjadi tiket memuluskan ia meraup suara besar di Kecamatan Payaraman.

Bacaleg lainnya dipasang partai moncong putih di Dapil 5 itu adalah Ketua PAC PDIP Kecamatan Payaraman, Budi Red.

Munculnya nama Budi Red tak bisa dianggap sepeleh. Selain sebagai ketua PAC partai, ia juga menduduki tampuk sebagai ketua Badan Koordinasi Antar Desa (BKAD) Kecamatan Payaraman.

Di sana lah pria yang keseharian mudah bergaul dengan siapa saja dan suka menolong banyak orang ini, menjadi salah satu modal mendapat simpati luas dari masyarakat. Dan pastinya kesempatan itu tak disia-siakan Budi.

Budi ditaksir mampu menguasai suara besar dari basis desanya, Talang Sleman dan sebagian desa tetangga, Payabesar. Modalnya sebagai Ketua BKAD diyakini juga bisa mendongkrak perolehan suaranya dari luar dua desa dalam Kecamatan Payaraman.

Bacaleg lain di PDIP dari Dapil 5 yang juga dinilai kuat adalah Zainab. Petarung perempuan yang turun berlaga di bursa pencalegkan ini digadang-gadangkan bakal mencuri suara para bacaleg incumbent (Dedi Damhudi, Arif Pahlevi dan Marzuki A Karim) dari basisnya di Desa Tanjung Pinang, Limbang Jaya dan Tanjung Laut.

Mengingat Zainab juga berasal dan mempunyai basis keluarga besar di tiga desa tersebut. Belum lagi, kabarnya disupport dana besar untuk bertarung dari sang bibik yang milyarder. Bakal menjadi pesaing yang kuat dan diperhitungkan bagi tiga bacaleg incumbent lainnya.

Beredar hangat isu di masyarakat tiga desa itu, bahwa harga paling tinggi nilai satu suaranya bisa dibanderol Rp 200 – 300 ribu perorangannya.

Apalagi, Zainab yang pernah bertaruh peruntungan sebagai caleg dari PKPI Dapil Muba lima tahun lalu, kali ini menargetkan harus terpilih sebagai anggota DPRD. Bukan tak mungkin ikut ‘irama main’ gaya caleg lainnya satu basis di tiga desa tersebut.

Ilustrasi

Strategi PDIP lainnya, yakni memasang tokoh masyarakat Desa Tanjung Atap yang juga sebagai ketua PAC Kecamatan Tanjung Batu, Iswadi.

Iswadi bukan orang baru di dunia politik di Kecamatan Tanjung Batu. Ia sudah berpartai politik sejak pertama Kabupaten Ogan Ilir ini memekarkan diri dari kabupaten induk OKI.

Mantan calon kepala desa yang kalah hanya 5 suara dari pesaingnya waktu itu, menjadikan catatan bahwa dirinya mempunyai basis kuat sebagai modal suara awal oftimis maju sebagai bacaleg. Belum lagi, pria yang ramah dan murah senyum ini juga pernah menduduki jabatan ketua BKAD Kecamatan Tanjung Batu.

Dari empat nama yang bakal dipasang PDIP di dapil ini adalah orang-orang yang mempunyai basis kekuatan massa, dana dan ketokohan. Hal ini bisa diasumsikan bentuk upaya maksimal PDIP merebut kembali kursi yang hilang pada Pileg periode lalu. Dimana PDIP di Dapil 5 tidak memiliki wakil rakyat yang duduk di parlemen Tanjung Senai.

Pengamat politik lokal, Salipudin menilai dengan komposisi petarung yang dipasang PDIP Pileg kali ini, dinilainya bakal mampu menggondol kembali kursi yang hilang, minimal 1 kursi dewan. Namun bukan tak menutup kemungkinan bisa dapat 2 kursi.

“Bisa saja nanti PDIP dapat dua kursi di Dapil 5, satu kursi dari Kecamatan Tanjung Batu (antara Zainab dan Iswadi) dan satu kursi lagi dari Kecamatan Payaraman (antara Kunyadi dan Budi Red),” papar Ketua Bidang Kajian, Riset Politik, Sosial dan Pemerintahan dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Miskin Pedesaan (LPM2P). (Tribunpos)

Editor : Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed