oleh

Bupati Ogan Ilir Kembali Rombak Pejabat, Tiga Kadis di “Bangku Panjangkan”

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat Pemkab Ogan Ilir. (Tribunpos)
Laporan Wartawan : Kaka Kertapati / Indralaya, Ogan Ilir

TRIBUNPOS.COM, INDRALAYA — Perombakan pejabat kembali terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir. Kali ini Bupati HM Ilyas Panji Alam melantik dan mengganti 44 pejabat eselon II dan III, diantaranya tiga kepala dinas di ‘bangku panjangkan’.

Diantara pejabat yang ‘bangku panjangkan’, antara lain Dicky Syailendra yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perhubungan, kini menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik. Jabatan Kepala Dinas Perhubungan dijabat oleh Irawan Bulhasan (mantan Kadispora).

Kemudian, Asmiran, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas PU BM, kini menjabat Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan. Jabatan Kadis PU BM dijabat oleh Juni Eddy (mantan Kadis Perumahan dan Kawasan Pemukiman).


Lalu, Zainuri Aprizal, yang sebelumnya Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, kini menjabat Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumberdaya Manusia. Jabatan Kadis Pertanian kini Hasnandar Setiawan.

Sementara itu Islah Corie yang sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berganti jabatan menjadi Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata.

Sementara Arianto yang ditunjuk sebagai pelaksana tugas mengisi kekosongan kursi kepala dinas. Sementara beberapa camat di wilayah Ogan Ilir juga mengalami perombakan. Seperti Camat Payaraman yang sebelumnya dijabat oleh Sri Nuryanti kini beralih ke A Toriq.

Camat Lubuk Keliat dari sebelumnya dijabat Soproni, kini jabatan itu dipegang oleh Rusman.

Dikatakan Bupati OI dalam sambutannya, perombakan dalam susunan di pemerintahannya adalah hal biasa dan bukanlah suatu yang patut dirisaukan oleh pejabat yang mengalami perombakan.

“Jabatan yang lama atau pun baru merupakan suatu tanggung jawab sebagai abdi negara, dimana sebagai sebuah penyegaran. Kemudian agar bisa memaksimalkan kinerja dalam upaya melayani masyarakat, sehingga keinginan mencapai Ogan Ilir lebih maju kedepan bisa cepat terealisasi,” ujar Ilyas.

Selain itu, lanjut ilyas, diharapkan dinas–dinas semisal PUPR, Diknasbud dan lain – lain untuk menghindari aroma fee. Mengingat dinas tersebut sangat bersentuhan dengan anggaran yang tak sedikit, sehingga bisa saja tersandung hal itu.

“Apalagi ini juga menjadi sorotan publik, saya tak ingin jajaran saya mendekati atau menerima fee untuk meloloskan proyek yang bergulir, nanti kalau ada oknum yang menerima fee terkait hal itu laporkan kepada saya, saya akan tindak,” pungkasnya. (Tribunpos)

Editor : Sandi Pusaka Herman

__

Berikut nama-nama pejabat eselon II dan III yang di ganti :

Komentar

Headline