oleh

Biro Operasional Pasar : Pedagang Kecil Digusur Karena Laporan Kapolsek Jalan Macet

TRIBUNPOS PALEMBANG – Pasar sebuat tempat perputaran uang antara penjual dan pembeli, apa jadinya ketika pelaku ekonomi dalam hal ini pedagang dipaksa menghentikan aktifitasnya?. Seperti yang terjadi pada pedagang kecil di  Pasar Km 5 digusur oleh Pengelola Pasar dengan alasan membuat kemacetan di Jl. Kol. H. Burlian. Jum’at (10/07/20).

Saat pedagang pasar berjualan tadi pagi, Jum’at (10/07/20) datang sekelompok Polisi, Tentara dan Satpol PP kota Palembang membubarkan para pedagang yang telah menggelar barang dagangannya.


“Hal tersebut di benarkan oleh para pedagang kecil di Pasar Terminal KM 5 bahwa ada anggota polisi mengatakan “ sudah beberapa kali saya peringatkan untuk di tutup pasar ini “, ungkap para pedagang.

Saat hendak di wawancarai Kapolsek Kecamatan Kemuning, AKP Alfredo Hidayat, SH tidak merespon apapun.

Disambangi kantor Perusahaan Daerah (PD) Pasar Palembang Jaya menanyakan perihal di tutupnya Pasar Terminal KM 5, Biro Operasional Pasar Daerah, H. Saiful membenarkan. “ Ya, memang akan ditutup, karena laporan dari Kapolsek Kemuning dengan alasan macetnya Jl. Kol. H. Burlian,” ujar Saiful.

Menurut M. Yusuf Ermidi, Sap, Lurah Ario Kemuning bahwa Pasar Terminal KM 5 masuk dalam wilayah kelurahan Ario Kemuning dan sudah menjadi tugas kelurahan soal urusan pasar.

“ Pasar Terminal KM 5 Palembang tanggung jawab saya untuk menjaga kebersihan pasar mengurangi kemacetan di Jl. Kol. H. Burlian ini, jadi pedagang kecil yang menggelar dagangannya di Pasar KM 5 akan di tutup/gusur dengan tujuan sebagai tempat parkir kendaraan bagi para pembeli dan pedagang, yang berjualan di sini akan di alihkan. Untuk tugas mengalihkan para pedagang yaitu PD Pasar Palembang Jaya“, ujarnya. (10/07/20).

Terpisah, Direktur Jaringan Channel Rakyat Bersama (JBC), Indra Darmawan mengatakan pelaku usaha mikro kecil jangan digusur,  semua masalah dapat dicarikan solusinya. “ Pemerintah harus bisa mencarikan tempat usaha yang baik agar membantu meningkatkan ekonomi masyarakat pedagang,” tegas Indra.

Memberikan tempat bagi pelaku usaha kecil dan menengah itu, sesuai dengan program Presiden RI Joko Widodo di berbagai daerah dengan membangun pasar tradisional. Presiden Jokowi menginginkan agar pembangunan bisa dinikmati masyarakat, diantaranya infrastruktur, listrik menjangkau pelosok desa hingga program penguatan usaha mikro kecil dan menengah.

” Kami mendapatkan informasi dari pedagang kecil Pasar KM 5 melalui tim awak media kami  bahwa tempat usaha mereka akan digusur.  Kalaupun alasannya pedagang digusur karena alasan arus lalu lintas macet, itu bukanlah hal yang logika. Pasar merupakan jantung perekonomian rakyat, pemerintah daerah bahkan negara dan sangat primer, tanpa harus membedakan antara pedagang besar dan kecil. Kalau arus lalu lintas menjadi macet, artinya jalannya yang diperbaiki dan ditata, bukan pedagangnya yang digusur,” tandasnya.

Wartawan : M. Faiq Edra/Nandoe

Editor : Beby Akbar

Komentar

News Feed