oleh

Berkaca pada Zaman Thalut

TRIBUNPOS.COM, Editorial | Bani Israil pernah mengalami kemunduran, tidak punya raja dan terusir dari Palestina. Maka mereka datangi tokoh agama mereka yaitu Nabi Samuil/Samuel mereka minta agar Allah menurunkan raja untuk memimpin Bani Israil melawan Jalut/Goliath.

Nabi Samuil mendapat ilham raja yang akan memimpin Bani Israil adalah Thalut. Bani Israil terutama tokoh tokohnya keberatan mengapa yang ditunjuk Thalut hanya seorang gembala tidak semulia yang mereka harapkan.

Mereka keberatan bahkan melecehkan, terus mereka tanya “Apa tanda bahwa Thalut itu kehendak Allah?” Nabi Samuil menjawab “Datangnya akan disertai Tabut (kotak yang berisi Taurat)”.

Ketika Tabut datang tetap saja sebagian Bani Israil enggan menerima Thalut. Maka ketika Thalut memimpin perang menghadapi Jalut hanya sedikit yang mau ikut, tapi ada anak kecil yang menawarkan diri untuk melawan Jalut namanya Daud/David untuk menghadapi Jalut raja agung orang Palestina.

Dengan pertolongan Allah Daud menang Jalud mati, Daud pun diambil mantu Thalut kemudian jadi raja agung sekaligus juga nabi yang kemudian diteruskan anaknya Sulaiman/Solomon, Raja teragung Bani Israil.

Setelah itu Bani Israil meredup lagi bahkan diserbu Babilonia, Bani Israel dijadikan Budak di Irak sampai dibebaskan Bangsa Persia. Karena itu Israel Dan Persia mempunyai hubungan panjang yang saling mewarnai sejak dari dulu kala.

Ada masanya, pada suatu bangsa para cerdik cendikia merasa agung tapi sombong, maka Tuhan kirim pemimpin culun dari dusun untuk membawahi kaum elit yang merasa menguasai negeri.

Talut bukan raja besar, tapi dia mengantar Daud dan Sulaiman menjadi raja agung pada zamannya. Kita disarankan untuk banyak membaca sejarah agar tidak termasuk golongan kaum yang angkuh dan suka marah-marah. (Red)

Editor: Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed