oleh

Berbilang Tahun , Hutang Syarif Hidayat Bupati Muratara Belum Dibayar

LUBUKLINGGAU – Pengacara Gabriel Husin Fuady, SH selaku kuasa hukum dari saudara Syaiful Bachri, resmi menggugat Syarif Hidayat ke Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau atas perkara hutang/piutang. Untuk diketahui, adapun nilai keseluruhan total hutang tersebut yang dilaporkan senilai Rp.930 juta.

“Kenapa kami lakukan pelaporan resmi, karena upaya-upaya secara kekeluargaan sudah kami lakukan, baik dari pihak Syarif maupun saudara Saiful sendiri selaku penggugat. Terakhir kami lakukan somasi yang pada prinsif nya tabayun, namun jawaban dari dia [Syarif] sangat tidak mengenakan kami, buru-buru mau mengadakan pertemuan, justru menantang kami untuk kami melakukan gugatan secara hukum,” ujar Gabriel, di Kantor Pengadilan Negeri Kota Lubuklinggau, Rabu (15/07/20).


Oleh karena itu, kata Gabriel, pihaknya mengambil langkah hukum karena itu saluran upaya dari saudara Syaiful. “Rangkaian peristiwa sudah kita kumpulkan secara detail serta bukti-bukti saudara tergugat,” ucapnya.

Dijelaskan Gabriel, upaya hukum yang dilakukan tak ada sangkut pautnya dengan urusan politik, ini merupakan urusan hukum, hutang/piutang. “Bahwa apa yang kami lakukan ini mempertanyakan hak yang sudah berbilang tahun. Jadi ada rangkaian penggunaan uang yang di akomodir oleh saudara penggugat, yang ditagih justru mengatakan tidak punya hutang,” kata dia.

Lanjut dikatakan Gabriel, untuk tergugat I adalah saudara Syarif Hidayat, dan tergugat II adalah anaknya yang bernama Evi. Sebab, kata Gabriel, Evi inilah yang mengetahui transaksi uang tersebut.

“Syarif itu ketika pinjam uang melalui transfer rekening dan selalu diambil saudara Evi. Evi jadi tergugat II karena mengetahui peristiwanya dan ia juga yang melakukan transaksinya itu, seperti uang yang ada di Tabanas maupun uang yang langsung dikirim saudara Syaiful, itu kita ada buktinya” jelasnya.

Maka dari itu, Gabriel mengharapkan tanggung jawab moral dari seorang Syarif Hidayat.

“Apalagi dia sekarang kabarnya telah menjadi Bupati, masak seorang Bupati bersikap tidak mengayomi, tidak memberikan contoh, tidak memberikan tanggung jawab, dan tidak mempunyai leadership terhadap keluarganya, apalagi terhadap hutang/piutang, itu poin,” ucapnya.

Dalam gugatan privat, kata Gabriel, jika ada mediasi kita manfaatkan ruang mediasi. Syukur-syukur kalo Syarif sadar diri, insyaf untuk mengembalikan hutang-hutangnya, kita besrsyukur.

“Tapi kalo pun tidak, pokok perkara akan berjalan, dan konsekuensinya dia juga akan dipermalukan, silahkan saja kalo ia mengambil langkah itu, tapi pada prinsipnya upaya hukum akan berjalan, dan kami akan mengajukan sita jaminan, yakni rumah dia yang di jalan Kasuari (Lubuklinggau) dan rumah yang di Jalinsum (Muratara), kita berharap pengadilan juga harus pair,” tuturnya.

Gabriel juga menegaskan, mengenai bukti-bukti telah disiapkan. Ia juga beranggapan sudah mempunyai dasar atas pelaporan resmi tersebut.

“Termasuk pengakuan saudari Evi bahwa memang Papa-nya (Syarif) memang mempunyai hutang. Bahkan nanti kalo aku buka salah satu SMS (bukti), justru ia sudah melakukan sebuah tindakan yang kita anggap bahwa dia sudah semena-mena, dengan menawarkan sebuah proyek, padahal yang namanya proyek itu tidak boleh diajukan seperti itu, nah itukan bahaya sekali,” ujar Gabriel atas tawaran Evi ke Syaiful.

“Masak seorang Bupati, walaupun hanya melalui mulut anaknya, ngomongin nanti dikasih proyek, gak boleh seperti itu. Karena yang namanya proyek itu harus dilelang, harus tranparan, gak boleh seorang Bupati menentukan walaupun pada prakteknya seperti itu. Tetapi kalimat itu terucap atau tertulis, itu berbahaya sekali,” pungkasnya.

Terpisah saat menghubungi melalui via Telepon Bupati Musi Rawas Utara, Syarif Hidayat mengenai permasalahan tersebut namun hingga saat ini tak menewai jawaban apapun hingga berita ini di tayangkan.

Wartawan : Andika Saputra

Editor        : Indra Darmawan

Komentar

Headline