TRIBUNPOS DELI SERDANG, SUMUT | Rumor tangkap lepas oleh anggota kepolisian terhadap seorang pengguna sabu-sabu berinisial D (25) dengan membayar “uang tebusan” senilai Rp23 juta kepada salah satu anggota Satresnarkoba Polresta Deli Serdang, membuat media mempertanyakan kebenaran rumor tersebut.

Pasalnya, dalam hukum acara pidana tidak mengenal istilah penebusan berupa uang terhadap orang yang ditangkap polisi karena melakukan tindak pidana. Menerima uang tebusan untuk membebaskan seseorang yang melakukan tindak pidana bukanlah wewenang polisi yang dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan. Pemberi dan penerima “uang tebusan” dapat dikenakan sanksi pidana atas dasar tindak pidana suap.

Menurut informasi yang didapat awak media, D ditangkap di rumah temannya berinisial R, di Jalan Pasar 14 Desa Limau Manis, Deli Serdang, Sabtu (04/07/20) pukul 22.00 WIB. Namun, D dibebaskan Sabtu (11/07/20) malam dengan membayar “uang tebusan” senilai Rp23 juta kepada pihak penyidik tanpa diproses lebih lanjut terhadap kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu.

Fungsi pengawasan dan pencerahan informasi yang dimiliki media massa menjadi alasan mengapa rumor tangkap lepas tersebut patut dipertanyakan kebenarannya, sehingga awak media mencoba mencari informasi dan klarifikasi dari Kanit Narkoba Polresta Deli Serdang dan Kasat Narkoba Polresta Deli Serdang yang hingga kini belum memberikan klarifikasi apapun. (Red-TP)

 

Wartawan: Joni Suheryanto (Kabiro Tribunpos Sumut)

Editor: Beby Putri Akbar

Komentar

News Feed