oleh

Bagikan Peci di Bahan Kampanye, Pasangan HDMY Diduga Langgar Aturan Pemilu

Tim Pasangan Cagub Cawagub Herman Deru-Mawardi Yahya (HDMY) saat membagikan peci dalam alat peraga kampanye nomor urut satu, di acara silaturahmi bersama warga masyarakat Desa Betung, Kecamatan Lubuk Keliat, Ogan Ilir, Jumat (01/06/2018).
Laporan Wartawan Tribun Pos : Sandi Pusaka Herman / Lubuk Keliat, Ogan Ilir

TRIBUNPOS.COM, TRIBUN POLITIK — Tim pemenangan pasangan Calon Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru-Mawardi Yahya (HDMY) diduga melakukan pelanggaran Pemilu.

Mereka membagikan peci dengan tambahan alat kampanye bukan diwaktu kampanye. Alat kampanye itu berisi simbol kampanye HDMY pasangan Cagub dan Cawagub. Dengan ilustrasi paku mencoblos ke angka nomor satu.

Dugaan pelanggaran aturan tersebut ditemukan saat acara Silaturahmi Herman Deru bersama masyarakat di Desa Betung, Kecamatan Lubuk Keliat, Jumat (01/06/2018).

Pasangan ini secara terang-terangan membagikan peci putih dengan tambahan alat kampanye yang bukan pada waktu HDMY kampanye, dan secara jelas tidak diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 4 Tahun 2017 tentang Kampanye.


Herman Deru Bantah

Herman Deru, Calon Gubernur Sumsel menyebutkan, kunjungan yang dia lakukan di Desa Betung itu tidak ada kaitannya dengan kegiatan kampanye politik pencalonannya. Kunjungan tersebut dalam rangka silaturahmi dirinya sebagai calon gubernur dengan masyarakat dan tokoh desa setempat.

“Saya ke Betung, Lubuk Keliat ini tidak dalam rangka kampanye, jangan salah. Melainkan untuk silaturahmi biasa dengan masyarakat Betung dan sekitarnya ini,” ungkap Herman Deru kepada Tribunpos.com.

Sementara itu, masyarakat meminta Panwaslu mengusut dugaan kampanye terselubung itu dan mengambil langkah tegas terhadap pasangan nomor urut 1 jika terbukti melakukan pelanggaran.

“Kebetulan waktu itu saya dan teman hadir serta dalam acara itu. Ternyata di akhir acara ada pembagian peci putih disisipi alat kampanye untuk HDMY sehingga kami melihat adanya indikasi pelanggaran dari pasangan calon nomor urut satu itu,” kata warga yang enggan disebutkan namanya, namun bersedia memberikan kesaksian jika diperlukan.

Pantauan media ini di lapangan, aroma politik kental terasa selama acara silaturahmi tersebut. Teriakan dari warga yang hadir meneriaki kata HMDY dan Nomor Urut Satu, kerap terdengar sepanjang Herman Deru memberikan sambutan. (Red)

Editor : Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed